Alhusna, Maela (2025) (Studi Perbandingan Putusan Nomor 3868/Pdt.G/2020/PA.Tgrs dengan Putusan Nomor 1271/Pdt.G/2012/PA.Lpk). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
![]() |
Text
1120003_Cover_Bab I & Bab V.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
1120003_FullText.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
![]() |
Text
1120003_LampiranSkripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Homoseksual merupakan ketertarikan seksual dengan jenis kelamin yang sama. Dalam perkawinan, perilaku homoseksual telah menyalahi hukum positif dan hukum Islam. Dengan adanya homoseksual dalam rumah tangga, dapat menyebabkan kewajiban suami istri tidak terlaksana sebagaimana mestinya bahkan terjadinya perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus yang dapat berujung pada perceraian. Seperti halnya pada putusan Nomor 3868/Pdt.G/2020/PA.Tgrs dengan putusan Nomor 1271/Pdt.G/2012/PA.Lpk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan pertimbangan hukum hakim dan perbandingan akibat hukum yang ditimbulkan pada putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statue approach), pendekatan kasus (case approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Sumber bahan hukum menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan inventarisasi, sistematisai, dan klasifikasi, kemudian teknik analisisnya dengan analisis preskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hakim dalam memutuskan suatu perkara cerai gugat akibat suami homoseksual mempunyai pertimbangan masing-masing. Pada putusan yang diterima, hakim berpendapat bahwa alasan penggugat untuk bercerai telah seusai dalam hukum positif dan hukum Islam, untuk memperkuat pertimbangannya hakim juga menggunakan kaidah ushul fiqih dan dan kitab fiqih. Pada putusan yang ditolak, hakim berpendapat bahwa alasan penggugat berupa terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi tidak memenuhi tiga unsur, yaitu adanya perselisihan dan pertengkaran, perselisihan tersebut terjadi terus-menerus dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi. Alasan homoseksual memang tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk bercerai menurut hukum positif maupun hukum Islam, tetapi dengan adanya homoseksual pada tergugat dalam rumah tangga dapat mengakibatkan ketidakharmonisan dan terjadinya perselisihan dan pertengkaran serta masalh tersebut tidak sesuai dengan tujuan perkawinan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: |
|
||||||||
Uncontrolled Keywords: | Cerai gugat; Pertimbangan hukum; Homoseksual. | ||||||||
Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
Depositing User: | UIN Gus Dur Ftik | ||||||||
Date Deposited: | 12 Mar 2025 01:52 | ||||||||
Last Modified: | 12 Mar 2025 01:52 | ||||||||
URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/12306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |