Tradisi Potangan Pada Masyarakat Muslim Desa Kadipaten Dalam Tinjauan Hukum Islam

Falasifah, Arina (2025) Tradisi Potangan Pada Masyarakat Muslim Desa Kadipaten Dalam Tinjauan Hukum Islam. Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
1221036_COVER_BAB I DAN BAB V.pdf

Download (850kB)
[img] Text
1221036_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
1221036_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (787kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Arina Falasifah, 2025 Tradisi Potangan pada Masyarakat muslim Desa Kadipaten Kabupaten Pekalongan dalam Tinjauan Hukum Islam. Skripsi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pembimbing Anindya Aryu Inayati, M.P.I. Tradisi potangan merupakan praktik gotong royong dalam masyarakat Desa Kadipaten yang dilakukan dengan cara memberikan sumbangan berupa bahan bangunan atau sejumlah uang yang tujuannya ditentukan oleh penyumbang kepada tetangga yang sedang membangun rumah atau memiliki hajat. Sumbangan ini nantinya dapat diminta kembali ketika pemberi membutuhkan, baik dalam bentuk barang, uang, atau bahan bangunan yang baru. Masyarakat menganggap tradisi ini sebagai bentuk tolong-menolong yang berbasis akad wadi’ah (titipan). Namun, dalam praktiknya, terjadi pemindahan kepemilikan atas objek yang diberikan, yang lebih sesuai dengan akad qardh (utang piutang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian akad dalam tradisi potangan dengan hukum Islam serta meninjau implikasi keuntungan yang diperoleh dalam praktik ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dengan masyarakat setempat, serta dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan berupa buku, jurnal penelitian, maupun hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yaitu dengan pengumpulan data, redukasi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hukum Islam, praktik potangan lebih dekat dengan akad qardh daripada wadi’ah. Namun, karena terdapat perbedaan perspektif di kalangan masyarakat, tradisi ini tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu jenis akad. Dalam praktiknya, jika dalam pengembalian barang atau uang terdapat perubahan harga dari nilai barang, hal tersebut dianggap sah selama yang dikembalikan tetap memiliki nilai yang setara. Kata Kunci: Tradisi Potangan, Akad Qardh, Akad Wadi’ah, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorInayati, Anindya AryuUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tradisi Potangan, Akad Qardh, Akad Wadi’ah, Hukum Islam
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 20 Mar 2025 07:19
Last Modified: 20 Mar 2025 07:19
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/12567

Actions (login required)

View Item View Item