Yunizar, Firli (2025) Tradisi Larangan Perkawinan Dua Saudara Kandung Pada Tahun Yang Sama Perspektif Antropologi (Studi Kasus Di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
This is the latest version of this item.
![]() |
Text
1120082_COVER_BAB I & BAB V.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
1120082_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
![]() |
Text
1120082_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan, terdapat sebuah larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama yang artinya bagi kakak beradik kandung tidak diperbolehkan melakukan perkawinan dalam satu tahun yang sama. Masyarakat mengakui larangan perkawinan ini menjadi sebuah tradisi, mereka percaya bahwa jika tidak mengikuti tradisi ini akan mendapatkan sebuah kesialan yang menimpa keluarganya. Namun, hal ini tidak sejalan dengan aturan ajaran hukum Islam, tapi berkaitan dengan Nilai-nilai kebudayaan. Berdasarkan uraian diatas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan dan Mengapa masyarakat di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan meyakini tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non-doktrinal yang bertujuan untuk mengumpulkan data terkait tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengambil data yang dikumpulkan berupa ungkapan penjelasan dari informan, serta melalui pengamatan dan pencatatan, dan dianalisis untuk diambil kesimpulan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer serta data sekunder. Hasil penelitian ini masyarakat dalam menyikapi tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama didasarkan pada keyakinan nilai-nilai sosial dan budaya karena pengaruh sosial dan xii budaya, kepercayannya terhadap adat tersebut, adanya akibat yang terjadi ketika tidak melakukan tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama dan untuk menghindari sebuah konflik yang terjadi pada keluarga. Tradisi larangan perkawinan dua saudara kandung pada tahun yang sama dalam perspektif antropologi pelaksanaannya dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dari masyarakat itu sendiri.
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: |
|
||||||||
Uncontrolled Keywords: | Tradisi, Antropologi. | ||||||||
Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
Date Deposited: | 22 Mar 2025 02:27 | ||||||||
Last Modified: | 22 Mar 2025 02:27 | ||||||||
URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/12737 |
Available Versions of this Item
-
Tradisi Larangan Perkawinan Dua Saudara
Kandung Pada Tahun Yang Sama Perspektif
Antropologi
(Studi Kasus Di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten
Pekalongan). (deposited UNSPECIFIED)
- Tradisi Larangan Perkawinan Dua Saudara Kandung Pada Tahun Yang Sama Perspektif Antropologi (Studi Kasus Di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan). (deposited 22 Mar 2025 02:27) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |