Komunikasi Persuasif Pengurus Pondok dalam Mengatasi Pelanggaran Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-asy’ariyyah Kalibeber Kabupaten Wonosobo

|Alfahanan, Rizqo (2026) Komunikasi Persuasif Pengurus Pondok dalam Mengatasi Pelanggaran Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-asy’ariyyah Kalibeber Kabupaten Wonosobo. Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
3420150_COVER, BAB I & BAB V.pdf

Download (671kB)
[img] Text
3420150_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (970kB)
[img] Text
3420150_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (215kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak santri. Namun, masih ada santri yang melanggar tata tertib pondok, sehingga pembinaan tidak cukup hanya dengan aturan dan sanksi, melainkan juga membutuhkan komunikasi yang mampu menumbuhkan kesadaran santri. Salah satu pendekatan yang efektif adalah komunikasi persuasif oleh pengurus pondok untuk membimbing santri agar lebih disiplin dan bertanggung jawab. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: bagaimana bentuk komunikasi persuasif yang diterapkan pengurus pondok dalam menangani pelanggaran santri dan seberapa efektif komunikasi tersebut dalam meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif yang digunakan pengurus pondok dan dampaknya terhadap perilaku santri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan menggunakan Teori Yale (Yale Attitude Change Approach) yang menekankan empat unsur komunikasi persuasif: sumber, pesan, saluran, dan penerima pesan. Hasil penelitian menunjukkan pengurus pondok menggunakan berbagai strategi persuasif, seperti nasihat, pendekatan interpersonal, dialog langsung, dan keteladanan sehari-hari. Dalam perspektif Teori Yale, pengurus sebagai komunikator yang kredibel membuat pesan lebih mudah diterima. Pesan berisi nasihat, pengingat disiplin, dan nilai-nilai keislaman yang disampaikan secara santun dan empatik. Saluran komunikasi utama adalah tatap muka melalui dialog, pembinaan, dan kegiatan keagamaan. Respon santri positif, terlihat dari peningkatan kesadaran, perubahan sikap, dan berkurangnya pelanggaran.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHuda, MiftahulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: : Komunikasi Persuasif, Pelanggaran Santri, Pondok Pesantren, Teori Yale.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.2 Dakwah Islam, Penyebaran Islam
200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Febi
Date Deposited: 06 Apr 2026 02:51
Last Modified: 06 Apr 2026 02:51
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18201

Actions (login required)

View Item View Item