Ruang Publik Moderasi Beragama Dalam Tradisi Legenonan (Diskursif Komunikasi Dan Konstruksi Sosial Antar Umat Beragama Di Dusun Kejaro Desa Kedawung-Batang)

Muayanah, Bawon Tri (2026) Ruang Publik Moderasi Beragama Dalam Tradisi Legenonan (Diskursif Komunikasi Dan Konstruksi Sosial Antar Umat Beragama Di Dusun Kejaro Desa Kedawung-Batang). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30422115_Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (597kB)
[img] Text
30422115_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
30422115_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (735kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Legenonan sebagai ruang publik moderasi beragama di Dusun Kejaro, Desa Kedawung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan Tradisi Legenonan sehingga dapat berfungsi sebagai ruang publiık komunikasi serta bagaimana diskursif komunikasi dan konstruksi sosial yang terbentuk di dalamnya. Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang memadukan budaya Jawa dengan nilai religius masyarakat yang heterogen, khususnya umat Islam dan Katolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami makna partisipasi masyarakat masyarakat, simbol budaya, dan pola komunikasi yang muncul dalam pelaksanaan tradisi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui bracketing, intuinting, analyzing, dan describing. Sumber data meliputi tokoh agama Islam, tokoh agama Katolik, masyarakat sekitar, beberapa panitia pelaksana, dan tokoh masyarakat. Subjek penelitian adalah individu-individu yang terlihat langsung dalam pelaksanaan Tradisi Legenonan di Düsun Kejaro yang memahami dinamika interaksi dan partisipasi antar umat beragama dalam ruang publik tradisi tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Ruang Publik dari Jurgen Habermas, konsep diskursus dan komunikasi diskuruf serta teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Legenonan memang berfungsi sebagai ruang publik dan komunikasi berbasis budaya yang mempertemukan masyarakat antar umat beragama dalam satu arena sosial yang sama. Simbol-simbol yang hadir dalam tradisi legénonan tersebut, seperti sesajen, bentuk gunungan hasil bumi, dan pagelaran wayang kulit, sepenuhnya merepresentasikan akulturasi budaya Islam dan Hindu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat jawa, tanpa menghadirkan simbol ritual Katolik secara terbuka. Akan tetapi, ruang pertemuan sosial tersebut tetap terlihat dalam arena pelaksanaan tradisi, di mana prosesi anak-arakan gunungan dimulai dari area gereja dan berakhir kembali di halaman gereja, sehingga tempat tersebut secara tidak langsung menjadi titik berkumpulnya masyarakat agama lintas dalam satu kegiatan budaya bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBakhri, Syamsul199109092019031013UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ruang Publik, Moderasi Beragama, Tradisi Legenonan, Diskursif Komunikasi, Konstruksi Sosial
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 26 Oct 2026 04:32
Last Modified: 26 Oct 2026 04:34
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18224

Actions (login required)

View Item View Item