Rasionalitas Dan Budaya Hukum Masyarakat Dalam Penentuan Kesepadanan Pasangan (Kafa’ah) (Studi Kasus Di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan)

Fikri, Aeman (2026) Rasionalitas Dan Budaya Hukum Masyarakat Dalam Penentuan Kesepadanan Pasangan (Kafa’ah) (Studi Kasus Di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
1121120_COVER, BAB I & BAB V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
1121120_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
1121120_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (625kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran pemaknaan konsep kafa’ah dalam masyarakat, yang tidak lagi dipahami secara semata-mata normatif sebagaimana dalam hukum Islam, tetapi juga dipengaruhi oleh realitas sosial. Di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, masyarakat dalam menentukan pasangan hidup tidak hanya mempertimbangkan aspek agama, tetapi juga faktor ekonomi, pendidikan, dan latar belakang organisasi keagamaan. Fenomena ini menunjukkan adanya peran rasionalitas dan budaya hukum dalam praktik penentuan kesepadanan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas dan budaya hukum masyarakat dalam menentukan kafa’ah serta mengetahui implikasinya terhadap kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pasangan suami istri, calon pasangan, tokoh agama, serta pihak KUA di Kecamatan Tirto. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan teori budaya hukum dan teori rasionalitas melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tirto tetap menempatkan agama sebagai kriteria utama dalam menentukan kesepadanan pasangan. Namun, faktor ekonomi, pendidikan, dan afiliasi organisasi keagamaan juga menjadi pertimbangan penting. Hal ini menunjukkan bahwa konsep kafa’ah tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga berkembang secara rasional dan kontekstual sesuai dengan budaya hukum masyarakat setempat. Kata kunci: Rasionalitas, Budaya Hukum, Kafa’ah.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorQomariyah, SitiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Rasionalitas, Budaya Hukum, Kafa’ah.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 07 Apr 2026 08:48
Last Modified: 07 Apr 2026 08:48
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18373

Actions (login required)

View Item View Item