Baihaqi, Marsaa (2026) Relasi Intertekstual Makna Api Analisis QS. Al-Waqi'ah:71-73 dan Kisah Nabi Musa dalam QS. Taha: 10 (Perspektif Tafsir Al- Azhar). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30122023_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (580kB) |
|
|
Text
30122023_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
LAMPIRAN(3).pdf Restricted to Repository staff only Download (80kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji simbolisme api dalam Al-Qur'an melalui pendekatan intertekstual pada Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Fokus utama penelitian ini adalah membedah dialektika makna antara fungsi api sebagai peringatan (tadzkirah) dan kebutuhan materiil (matā‘an) bagi golongan al-muqwīn dalam QS. Al-Wāqi‘ah: 71-73, serta hubungannya dengan narasi penemuan api oleh Nabi Musa dalam QS. Ṭāhā: 10. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana Hamka mengonstruksi relasi antara fenomena alam (api) dengan transformasi spiritual manusia dalam pengembaraan eksistensialnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah teori Intertekstualitas Julia Kristeva untuk melihat keterkaitan antar-teks dalam Al-Qur'an, dan teori Simbolisme Paul Ricoeur untuk menggali makna primer dan sekunder dari elemen api. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Hamka menafsirkan al-muqwīn bukan sekadar musafir fisik, melainkan representasi manusia yang berada dalam kerentanan dan membutuhkan bimbingan Ilahi. Kedua, terdapat relasi intertekstual yang kuat di mana kisah Nabi Musa dalam QS. Ṭāhā berfungsi sebagai hipogram atau rujukan nyata bagi konsep musafir dalam QS. Al-Wāqi‘ah di mana pencarian api materiil (qabas) oleh Musa bertransformasi menjadi perjumpaan teofani dengan Tuhan. Analisis simbolik mengklasifikasikan api ke dalam empat kategori filosofis: nur bila hurfah (cahaya tanpa panas), hurfah bila nur (panas tanpa cahaya), hurfah wa nur (api duniawi), dan la hurfah wa la nur (energi laten). Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi Hamka, api bukan sekadar fenomena alam, melainkan jembatan epistemologis yang menghubungkan kebutuhan pragmatis manusia dengan kesadaran transendental akan kekuasaan Allah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Makna Api, Intertekstualitas, dan Tafsir Al-Azhar. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 02:05 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Jun 2026 02:05 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
