Azzahro, Nur Syifa (2026) Demitologisasi Kisah Tersihirnya Rasulullah Dalam Penafsiran Muhammad Abduh Dan Jamaluddin Al-Qasimi Pada Qs.Al-Falaq. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
3022056_COVER BAB 1 DAN 5_DP.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3022056_FULL TEXT - B5.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
3022056_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (685kB) |
Abstract
Maraknya fenomena sosial yang ada di masyarakat modern semakin mencemaskan. Tidak banyak orang menyadari bahwa perlahan dapat terkikisnya akidah dan memungkinkan munculnya kesyirikan dalam diri umat muslim. Salah satu bentuk kesyrikian yang terjadi yaitu melakukan guna-guna atau sihir. Sihir pernah dialami oleh Rasulullah. Akan tetapi adanya peristiwa tersebut tentunya menjadi pro dan kontra di kalangan mufasir, seperti Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Qasimi yang menolak hadist yang mengatakan Rasulullah terkena sihir. Rumusan masalah yang diangkat pada studi ini yaitu: (1) Bagaimana penafsiran Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Qasimi mengenai kisah tersihirnya Rasulullah dalam Qs.Al-Falaq? (2) Bagaimana Kontekstualisasi dari Penafsiran Demitologisasi Tersebut Terhadap Pemahaman Umat Islam mengenai kisah tersihirnya Rasulullah dalam Qs.Al-Falaq? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Mufassir Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Qasimi serta untuk mengetahui kontekstualisasi penafsiran Demitologisasi tersebut terhadap pemahaman umat Islam mengenai kisah tersihirnya Rasulullah dalam Qs.Al-Falaq. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis literatur review. Sumber data primernya yaitu Kitab Juz Amma karya Muhammad Abduh dan kitab Mahasin Al-Tak’wil karya Jamaluddin Al-Qasimi. Hasil temuan menunjukan bahwa sihir yang dialami Nabi Muhammad Saw pada hakikatnya bukanlah kejadian unik semata-mata, namun mempunyai kesamaan dengan kejadian-kejadian yang dihadapi sejumlah Nabi t erdahulu, seperti Nabi Musa As yang juga menghadapi sihir dari para suruhan penyihir Fir’aun. Bahkan, peristiwa semacam ini tidak terjadi terbatas pada para Nabi saja, sebab pada hakikatnya manusia pada umumnya pun bisa mengalaminya sebagai bentuk ujian hidup. Semua itu pada dasarnya merupakan cobaan yang Allah SWT berikan dengan tujuan menguji keteguhan iman serta meninggikan derajat mereka di sisi-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Demitologisasi, Sihir, Rasulullah, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Qasimi. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 08:20 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Jun 2026 08:20 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18580 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
