Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Terhadap Penggunaan Foto Produk Tanpa Izin Untuk Kepentingan Komersial (Studi Pada Pengusaha online di Marketplace Shopee Kabupaten Pekalongan)

Lestari, Dian (2026) Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Terhadap Penggunaan Foto Produk Tanpa Izin Untuk Kepentingan Komersial (Studi Pada Pengusaha online di Marketplace Shopee Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10222132_Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (716kB)
[img] Text
10222132_Full Text.pdf

Download (1MB)
[img] Text
19 LAMPIRAN (1)(1).pdf

Download (320kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Dian Lestari (10222132), 2026, Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Terhadap Penggunaan Foto Produk Tanpa Izin Untuk Kepentingan Komersial (Studi Pada Pengusaha online di Marketplace Shopee Kabupaten Pekalongan) Dosen Pembimbing: Anindya Aryu Inayati, S.H.I, M.P.I Foto produk merupakan salah satu aspek penting dalam pemasaran terutama bisnis online. Foto produk juga berfungsi sebagai daya tarik sekaliguskeputusan pembelian konsumen. Namun, kemudahan akses di media internet terhadap foto produk memicu suatu permasalahan yaitu maraknya penggunaan foto produk tanpa izin di kalangan pelaku usaha online, yang mana foto produk dilindungi sebagai karya fotografi berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran hukum pelaku usaha di Kabupaten Pekalongan terhadap penggunaan foto produk tanpa izin untuk kepentingan komersial, serta menganalisis akibat dari penggunaan foto produk tanpa izin untuk kepentingan komersial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, dengan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual. Menggunakan sumber data primer ynag diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada enam belas pelaku usaha online di Kabupaten Pekalongan. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data sekunder berupa buku, jurnal, dan Undang-Undang yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode interaktif Miles and Huberman yaitu dengan pengumpulan data berdasarkan hasil penelitian yang selanjutnya diringkas untuk disajikan dengan komprehensif sehingga dapat diambil kesimpulan akhir untuk menggambarkan kesadaran hukum pelaku usaha terhadap penggunaan foto produk tanpa izin untuk kepentingan komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum pelaku usaha terhadap penggunaan foto produk tanpa izin untuk kepentingan komersial di Kabupaten Pekalongan dikategorikan pada tingkat sedang. Akibat penggunaan foto produk tanpa izin atau pelanggaran hak cipta, dalam penelitian ini meninjau dari segi hukum Islam dan hukum positif di Indonesia yaitu: 1) Hukum Islam, pelanggaran hak cipta merupakan salah satu bentuk tindakan yang dilarang dalam Islam, karena tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai pengambilan hak orang lain tanpa adanya keridhaan darinya. Dalam ruang lingkup hukum Islam, hukuman bagi pelaku pelanggaran hak cipta yaitu pencurian (sariqah). Dalam ruang lingkup fiqh jinayah tindak pidana pencurian dibagi menjadi dua yaitu pencurian yang diancam dengan had dan ta’zir. 2) Hukum Positif, akibat dari pelanggaran hak cipta yaitu: a) Sanksi hukum berupa pidana b) Sanksi hukum perdata/ganti rugi. Selain itu, adapun sanksi administrative dari pihak shopee berupa: a) penghapusan konten atau foto produk, b) poin pinalti/pembatasan akun, dan c) penghentian keuntungan eksklusif. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Foto Produk, Hak Cipta, Pengusaha Online ABSTRACT Dian Lestari (10222132), 2026, Legal Awareness of Business Actors Regarding the Use of Product Photos Without Permission for Commercial Purposes (Study on Online Entrepreneurs in the Shopee Marketplace, Pekalongan Regency) Supervisor: Anindya Aryu Inayati, S.H.I., M.P.I Product photos are an important aspect of marketing, especially for online businesses. Product photos also serve as an attraction and a factor in consumer purchasing decisions. However, the ease of access to product photos on the internet has led to a problem: the rampant use of product photos without permission by online business operators, who are protected as photographic works under Law No. 28 of 2014 on Copyright. This research aims to analyse the level of legal awareness among entrepreneurs in Pekalongan Regency regarding the unauthorised use of product photos for commercial purposes, as well as to analyse the consequences of using product photos without permission for commercial purposes. This research employs an empirical legal research method, drawing on legislative, and conceptual approaches. This research uses primary data collected through observations and interviews with 16 online business operators in Pekalongan Regency. The selection of informants was conducted using purposive sampling based on specific criteria—secondary data from books, journals, and laws relevant to the research topic. Data analysis was conducted using the interactive Miles and Huberman method, which involved collecting data based on research results, subsequently summarising them for comprehensive presentation, allowing conclusions to be drawn to illustrate the legal awareness of business actors regarding the unauthorized use of product photos for commercial purposes. The research results indicate that the level of legal awareness among business actors regarding the unauthorized use of product photos for commercial purposes in Pekalongan Regency is moderate. As a result of using product photos without permission or copyright infringement, this study examines it from the perspective of Islamic law and positive law in Indonesia, namely the following: 1) In Islamic law, copyright infringement is one of the actions prohibited in Islam because such actions can be considered taking someone else's rights without their consent. Under Islamic law, the punishment for copyright infringement is theft (sariqah). In the realm of jinayah jurisprudence, theft crimes are divided into two categories: theft punishable by hadd and ta'zir. 2) Positive Law: The consequences of copyright infringement are a) Criminal sanctions in the form of imprisonment, b) Civil sanctions/damages. In addition, there are administrative sanctions from Shopee in the form of a) removal of content or product photos, b) penalty points/account restrictions, and c) termination of exclusive benefits. Keywords: Legal Awareness, Product Photos, Copyright, Online Entrepreneurs

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorInayati, Anindya AryuUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kesadaran Hukum, Foto Produk, Hak Cipta, Pengusaha Online
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 15 Jun 2026 03:07
Last Modified: 15 Jun 2026 03:07
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18613

Actions (login required)

View Item View Item