Tantriani, Tantriani (2026) Penentuan Masa Iddah Bagi Perempuan Yang Memasuki Masa Pre Menopause (Studi Kasus Pada Kua Kecamatan Kesesi). Undergraduate Thesis thesis, UIN. K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122018_Cover_Bab I & Bab V.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
10122018_FullText.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Text
10122018_LampiranSkripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya problematika dalam penentuan masa iddah bagi perempuan yang memasuki masa pre menopause dan mengalami haid tidak teratur setelah perceraian. Kondisi tersebut sering menimbulkan kesulitan dalam menentukan berakhirnya masa iddah karena perempuan yang secara usia mendekati menopause masih berpotensi mengalami menstruasi. Situasi ini menuntut adanya pertimbangan hukum yang cermat dari Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai lembaga yang berwenang dalam pemeriksaan administrasi perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Kepala KUA Kecamatan Kesesi dalam menetapkan masa iddah bagi perempuan pre menopauseserta menganalisis implikasi penetapan masa iddah tersebut dalam perspektif maqashid al-syari’ah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif-empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KUA Kecamatan Kesesi, penghulu, penyuluh agama, dan staf administrasi yang terlibat dalam proses pemeriksaan calon pengantin. Data sekunder diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, Kompilasi Hukum Islam (KHI), peraturan perundang-undangan, serta literatur yang berkaitan dengan masa iddah dan maqashid al-syari’ah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum Kepala KUA Kecamatan Kesesi dalam menetapkan masa iddah bagi perempuan pre menopause didasarkan pada aspek yuridis, administratif, dan biologis. Penetapan masa iddah berpedoman pada Al-Qur’an, hadis, Pasal 153 Kompilasi Hukum Islam, dokumen perceraian, riwayat haid setelah perceraian, serta prinsip kehati-hatian (ihtiyath) untuk menjaga keabsahan akad nikah. Dalam kasus perempuan yang masih mengalami haid setelah perceraian, meskipun usianya telah mendekati menopause, KUA tidak langsung mengkategorikannya sebagai perempuan menopause. Adapun dalam perspektif maqashid al-syari’ah, penetapan masa iddah tersebut mencerminkan upaya mewujudkan kemaslahatan melalui perlindungan terhadap agama (hifz al-din), keturunan (hifz al-nasl), jiwa (hifz al-nafs), dan kehormatan (hifz al-’irdh). Meskipun penundaan pernikahan dapat menimbulkan dampak sosial dan psikologis sementara, kebijakan tersebut dinilai lebih banyak menghasilkan kemaslahatan karena mampu menjaga keabsahan perkawinan, kejelasan nasab, serta kepastian hukum bagi para pihak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Masa iddah, pre menopause , pertimbangan hukum, maqashid al-syari’ah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 08:24 | ||||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 08:24 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
