Marzuki, Marzuki (2026) Gugat Cerai Perempuan Terhadap Suami yang Berpenghasilan Pas-Pasan di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122013_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (551kB) |
|
|
Text
19 LAMPIRAN(3).pdf Restricted to Repository staff only Download (154kB) |
|
|
Text
10122013_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya gugatan cerai yang diajukan perempuan terhadap suami yang berpenghasilan pas-pasan di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Penghasilan suami yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga sering kali menimbulkan berbagai permasalahan rumah tangga, seperti kurangnya pemenuhan nafkah, kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, pertengkaran yang berlangsung terus-menerus, hingga hilangnya keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan perempuan menggugat cerai suami yang berpenghasilan pas-pasan serta mengetahui dampak perceraian terhadap pemenuhan ekonomi pasca perceraian. Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam serta kontribusi praktis bagi masyarakat dalam memahami pentingnya pemenuhan nafkah dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perempuan pelaku gugat cerai di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menggugat cerai suami yang berpenghasilan pas-pasan bukan semata-mata karena rendahnya penghasilan, melainkan karena ketidakmampuan suami memenuhi kebutuhan rumah tangga yang memicu konflik berkepanjangan, hilangnya keharmonisan, dan pada beberapa kasus disertai kekerasan dalam rumah tangga. Perceraian berdampak pada bertambahnya beban ekonomi perempuan, namun sebagian besar informan merasakan ketenangan dan terbebas dari konflik setelah perceraian. Kata Kunci: Gugat Cerai, Faktor Ekonomi, Nafkah, Perceraian. ABSTRACT Marzuki, Student ID Number 10122013, 2026, Women’s Divorce Lawsuit Against Husbands with Insufficient Income in Wangandowo Village, Bojong District. Undergraduate Thesis of Islamic Family Law Study Program, Faculty of Sharia, State Islamic University (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Supervisor: Abdul Hamid, M.A. This research was motivated by the phenomenon of increasing divorce lawsuits filed by women against husbands with insufficient income in Wangandowo Village, Bojong District. Husbands’ incomes that are unable to adequately meet family needs often lead to various household problems, such as inadequate financial support, unmet living necessities, continuous disputes, and the loss of family harmony. This study aims to determine the reasons why women file for divorce against husbands with insufficient income and to examine the impact of divorce on post-divorce economic fulfillment. The study is expected to contribute theoretically to the development of Islamic Family Law studies and practically to public understanding of the importance of financial support and maintaining household harmony. This study employed an empirical juridical research method with a sociological approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with women who had filed for divorce in Wangandowo Village, while secondary data were collected from books, journals, and relevant documents. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldana through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that women file for divorce against husbands with insufficient income not merely because of low earnings, but because their income is unable to adequately meet household needs, leading to ongoing conflicts and the loss of family harmony. Divorce increases women’s economic responsibilities; however, most informants reported feeling more peaceful and free from household conflicts after the divorce. Keywords: Divorce Lawsuit, Economic Factors, Financial Support, Divorce.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Gugat Cerai, Faktor Ekonomi, Nafkah, Perceraian | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 290 Other Religions (Agama Selain Kristen) > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions/Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 03:15 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:15 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
