Marzuki, M. Abid (2026) PERJANJIAN HUTANG PIUTANG INFORMAL BERBASIS TRADISI NYUMBANG (Studi Mayarakat Muslim Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10222001_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10222001_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
10222001_Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (290kB) |
Abstract
Tradisi nyumbang merupakan kebiasaan pemberian sumbangan pada saat penyelenggaraan hajatan yang dalam pelaksanaannya membentuk relasi timbal balik yang menyerupai mekanisme hutang piutang, meskipun tidak diformalkan dalam bentuk perjanjian tertulis. Praktik ini tumbuh dari kebiasaan masyarakat dan diikat oleh norma sosial serta nilai keagamaan yang hidup dan berkembang secara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perjanjian hutang piutang informal berbasis tradisi nyumbang pada masyarakat Muslim Kabupaten Pekalongan serta mengkaji bagaimana bagaimana praktik perjanjian hutang piutang informal berbasis tradisi nyumbang dibentuk dan dimaknai sebagai hukum yang hidup dalam masyarakat muslim Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan socio-legal research (penelitian hukum sosiologis) mengenai Tradisi Nyumbang yang menyangkut aspek budaya hukum (legal culture), yaitu bagaimana masyarakat memandang, memaknai, dan mempraktikkan hukum dalam kehidupan sehari-hari, terutama di luar aturan formal negara. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami peran norma sosial, kebiasaan, dan nilai keagamaan sebagai mekanisme pengaturan dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, tradisi nyumbang dalam masyarakat muslim Kabupaten Pekalongan tidak hanya dipahami sebagai bentuk bantuan sosial, tetapi juga mengandung hubungan timbal balik yang menyerupai hutang piutang informal. Masyarakat memiliki pemahaman bahwa sumbangan yang diberikan pada saat hajatan akan dikembalikan ketika pemberi sumbangan menyelenggarakan acara serupa. Praktik tersebut terbentuk melalui kebiasaan turun-temurun yang dipertahankan karena faktor budaya, solidaritas sosial, dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Tradisi nyumbang dimaknai sebagai hukum yang hidup (living law) karena dijalankan berdasarkan norma tidak tertulis yang dipatuhi masyarakat. Praktik ini memiliki kekuatan mengikat melalui kesadaran sosial, kepercayaan, dan sanksi sosial, sehingga tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat muslim Kabupaten Pekalongan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hutang Piutang Informal, Tradisi Nyumbang, Living Law | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 06:38 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jul 2026 06:38 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18749 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
