Yusuf, Yusuf (2026) Analisis Pilihan Masyarakat terhadap Tajdīdun Nikāh Daripada Isbat Nikah pada Pernikahan Siri: Tinjauan Maqāṣid Al-Sharī’ah (Studi pada Masyarakat Desa Kemiriamba, Kecamatan Jatibarang Brebes). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1120133_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1120133_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
1120133_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (642kB) |
Abstract
Pernikahan dalam Islam merupakan institusi yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan hukum. Dalam sistem hukum Indonesia, keabsahan pernikahan tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat menurut agama, tetapi juga oleh pencatatan resmi pada Kantor Urusan Agama (KUA). Namun demikian, di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, masih ditemukan praktik pernikahan siri yang tidak dicatatkan secara resmi. Kondisi ini menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama terkait perlindungan hak istri dan anak. Negara menyediakan mekanisme legalisasi melalui isbat nikah di Pengadilan Agama, tetapi sebagian masyarakat lebih memilih melakukan tajdīd al-nikāḥ sebagai bentuk pembaruan akad nikah tanpa melalui proses hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan masyarakat memilih tajdīd al-nikāḥ daripada isbat nikah serta menelaah implikasinya dalam perspektif maqāṣid al-sharī’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber serta pendekatan maqāṣid al-sharī’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan masyarakat terhadap tajdīd al-nikāḥ dipengaruhi oleh pertimbangan praktis, biaya yang lebih ringan, prosedur yang dianggap lebih sederhana, serta pengaruh tokoh agama dan tekanan sosial untuk segera melegalkan status anak. Dalam perspektif tindakan sosial, keputusan tersebut termasuk tindakan rasional instrumental. Sementara itu, dalam perspektif maqāṣid al-sharī’ah, praktik tajdīd al-nikāḥ hanya menghasilkan kemaslahatan pada tingkat ḥājiyyāt karena mampu mengurangi kesulitan administratif, tetapi belum memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak keluarga yang berkaitan dengan masa sebelum pelaksanaan akad ulang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji implikasi hukum jangka panjang dari praktik tersebut serta mengevaluasi efektivitas mekanisme isbat nikah sebagai solusi legalisasi pernikahan siri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | pernikahan siri, tajdīd nikāḥ, isbat nikah, maqāṣid al-sharī‘ah, tindakan sosial | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 03:01 | ||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2026 03:01 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
