Strukturalisme Genetik Dalam Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!” (Analisis Kritik Terhadap Fundamental Islam)

Septiani, Dyah Ayu (2026) Strukturalisme Genetik Dalam Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!” (Analisis Kritik Terhadap Fundamental Islam). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30422017_Cover_Bab I dan bba V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
30422017_Full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
30422017_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Realitas masyarakat yang dikritik dalam novel ini mencerminkan kondisi sosial-budaya Indonesia pasca-Reformasi, di mana kebebasan berekspresi sering dibatasi oleh moralitas dominan. Agama yang semestinya membebaskan justru dipraktikkan secara dogmatis dan menindas. Dalam lingkungan dakwah, perempuan seperti Kiran dikonstruksi untuk taat secara mutlak tanpa ruang kritis terhadap peran dan tubuhnya sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, secara struktur teks (intra-tekstual), cerita novel ini menyampaikan kritik moralitas melalui perubahan hidup tokoh utamanya, Kiran. Awalnya, Kiran adalah mahasiswi taat yang hak bersuara dan nalar kritisnya dibungkam secara sewenang-wenang oleh pengurus laki-laki organisasi Jemaah menggunakan dalil agama yang bias gender. Karena kecewa, Kiran mengalami patahan batin (ruptur) dan memilih keluar. Keputusannya bertransformasi menjadi pelacur merupakan sebuah sindiran (satire) tajam untuk membalikkan kekuasaan laki-laki sekaligus menelanjangi kemunafikan masyarakat yang hanya menilai kesucian dari penampilan luar saja. Kedua, hasil analisis kritis melalui perbandingan dengan kenyataan membuktikan adanya keselarasan (homologi) yang nyata antara isi novel dengan sejarah gerakan bawah tanah Negara Islam Indonesia (NII faksi KW IX) di kampus Yogyakarta pasca-Reformasi 1998. Gerakan fundamentalis ini terbukti memanipulasi jargon "jihad" dan "Daulah" sebagai kedok untuk memeras uang (infak) pengikutnya dan menindas kaum perempuan. Dialektika sejarah ini berhasil mengungkap pandangan dunia (vision du monde) pengarang yang mewakili suara kritis generasi mahasiswa pada masanya. Pengarang menggunakan novel ini untuk menggugat karakteristik fundamentalisme Islam yang kaku guna membongkar pemerasan berkedok agama, sekaligus memperjuangkan pentingnya cara beragama yang inklusif, terbuka, toleran, dan merangkul sesama manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHidayatullah, Ahmad199003102019031013UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Strukturalisme Genetik, Fundamentalisme Islam, Transformasi Sosial, Kritik Moralitas, Muhidin M. Dahlan.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 07 Jul 2026 03:59
Last Modified: 07 Jul 2026 03:59
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18761

Actions (login required)

View Item View Item