Pergeseran Makna Kata Hamma dalam Al-Qur’an (Studi Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu).

Budiati, Arifiani Ayu (2026) Pergeseran Makna Kata Hamma dalam Al-Qur’an (Studi Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30122040_Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (614kB)
[img] Text
30122040_Full Text.pdf

Download (2MB)
[img] Text
19 LAMPIRAN(3).pdf

Download (84kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Budiati, Arifiani Ayu, 2026. Pergeseran Makna Kata Hamma dalam Al-Qur’an (Studi Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu). Skripsi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pembimbing Dr. H. Muhandis Azzhuri, Lc., M.A. Kata Kunci: Hamma, Semantik, Toshihiko Izutsu, Weltanschauung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keragaman dan perbedaan pemaknaan kata hamma dalam beberapa kamus klasik serta penafsiran para mufasir, salah satunya dalam kisah Nabi Yūsuf pada QS. Yūsuf [12]: 24, yang sering kali memicu bias kepentingan teologis maupun legal-formal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguak perkembangan pemaknaan kata hamma dalam Al-Qur’an secara objektif, memetakan pergeseran konsepnya menuju Weltanschauung (pandangan dunia) Islam, serta melihat sejauh mana implikasi semantiknya berdasarkan teori kebahasaan yang ada. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan menerapkan pisau analisis semantik Toshihiko Izutsu, yang meliputi pelacakan makna dasar (basic meaning), makna relasional (relational meaning) melalui analisis sintagmatik dan paradigmatik, serta analisis historis sinkronik-diakronik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata hamma sebenarnya punya makna dasar (basic meaning) yang unik, yaitu menggambarkan “proses meluruh, mencair, atau mengalirnya energi niat dan beban pikiran”. Ketika masuk ke dalam konteks masa Qur’anik, makna relasionalnya berkembang secara bertahap menjadi dua kategori psikologis yang bertolak belakang. Pertama, bermakna gejolak manusiawi atau kecemasan yang sifatnya defensif dan masih bisa dikendalikan. Kedua, berubah negatif menjadi sebuah rencana jahat atau tipu daya konspirasi yang merusak. Kalau dilihat dari kacamata sejarah (diakronik), ada pergeseran nilai yang sangat menarik. Di masa pra-Qur'an, kata hamma ini maknanya masih netral dan sering dipakai untuk memuji keteguhan tekad seorang ksatria Arab. Namun, Al-Qur'an kemudian mengubahnya menjadi sebuah konsep etis yang menempatkan setiap kehendak batin manusia di bawah pengawasan dan otoritas mutlak Allah, yang kemudian membentuk Weltanschauung atau cara pandang dunia dari kata tersebut. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa analisis semantik mampu menjadi jembatan korektif untuk membongkar selubung kepentingan ideologis atau teologis mufasir terdahulu yang sering kali mendistorsi objektivitas makna asli Al-Qur’an, sekaligus menawarkan dimensi baru dalam memahami dinamika psikologi-linguistik dalam teks wahyu.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAzzhuri, MuhandisUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hamma, Semantik, Toshihiko Izutsu, Weltanschauung.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur Febi
Date Deposited: 06 Jul 2026 06:26
Last Modified: 06 Jul 2026 06:26
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18774

Actions (login required)

View Item View Item