Rois, Muhammad Sofyan Mabrur (2026) Batasan Kebebasan Berekspresi Melalui Sound System Horeg Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Maqasid Syariah (Studi di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1521099_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1521099_Full text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
1521099_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (412kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas batasan kebebasan ekspresi melalui sound system horeg dalam perspektif hukum positif dan maqasid syariah dengan lokasi penelitian di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana batasan kebebasan berekspresi melalui sound system horeg menurut hukum positif dan prinsip-prinsip maqashid syariah, serta bagaimana kesesuaian praktik sound horeg di Desa Sumbersewu berdasarkan dua perspektif tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan maqashid syariah. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah, dan bahan hukum yang relevan. Praktik menggelar hiburan sound horeg berada pada pertemuan antara hak dan kewajiban. Dari sisi hak, sound horeg dapat diletakkan sebagai ekspresi seni, budaya, dan hiburan rakyat. Dari sisi kewajiban, kegiatan tersebut tidak boleh meniadakan hak orang lain. Titik pentingnya bukan pada apakah sound horeg boleh atau tidak boleh secara mutlak, melainkan bagaimana ia ditempatkan dalam batas yang sah, wajar, terukur, dan bertanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sound system horeg dapat dipahami sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, hiburan rakyat, kreativitas pemuda, media silaturahmi, dan penggerak ekonomi lokal. Akan tetapi, kebebasan tersebut tidak bersifat mutlak karena harus dibatasi oleh hak orang lain, ketertiban umum, kesehatan lingkungan, keselamatan, moralitas, nilai agama, dan tanggung jawab sosial. Praktik sound horeg di Desa Sumbersewu pada dasarnya memiliki kesesuaian secara bersyarat dengan hukum positif dan maqashid syariah karena masih mengandung maslahat sosial, budaya, dan ekonomi, tetapi perlu diperkuat melalui aturan tertulis, batas kebisingan yang objektif, pembatasan waktu, pengawasan konten, pengamanan teknis, serta mekanisme pengaduan dan pemulihan kerugian. Dengan demikian, sound horeg tidak harus dilarang secara mutlak, tetapi perlu dikelola secara proporsional agar tetap menjadi ekspresi budaya yang tertib, aman, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kebebasan Berekspresi, Sound Horeg, Hukum Positif, Maqashid Syariah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.2 Politik Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 342 Constitutional and Administrative Law/Hukum Tata Negara |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Tata Negara | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:04 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:04 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18860 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
