Fenomena Workaholic dalam penafsiran Hamka QS. Al-Jumu’ah Pada Ayat 10 Analysis Hermeneutika Gadamer

Maula, Arina (2026) Fenomena Workaholic dalam penafsiran Hamka QS. Al-Jumu’ah Pada Ayat 10 Analysis Hermeneutika Gadamer. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (953kB)
[img] Text
Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena workaholic (gila kerja) tanpa adanya batasan waktu yang mengakibatkan dampak negatif baik dalam aspek sosial, kesehatan maupun spiritual dalam kehidupan modern, yang jika dikaji melalui QS. Al-Jumu’ah dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka, menawarkan pandangan kritis mengenai konsep bekerja. Untuk memperdalam analisis, penelitian ini menerapkan hermeneutika Hans-Georg Gadamer guna menjembatani dinamika antara mufasir, teks, dan pembaca kontemporer. Meskipun Gadamer bukan orang muslim dan tidak menjadikan al-Qur’an sebagai objek, tapi Gadamer memberikan ide-ide progresif dalam hal membaca teks, dan al-Qur’an hari ini berupa teks. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah; 1) Bagaimana pemahaman Hamka terhadap Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10 mengenai fenomena workaholic, 2) Bagaimana analisis hermeneutika Gadamer terhadap QS. Al-Jumu’ah ayat 10 mengenai workaholic. Metode yang digunakan kepustakaan (library research) dengan sumber primer Al-Qur’an, buku Truth and Methode karya Gadamer dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka, serta referensi terkait workaholic. Sumber sekundernya di peroleh dari jurnal, artikel, dan buku yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. Hasil penelitian ini menganalisis ayat tentang workaholic dalam penafsiran Hamka dengan menggunakan teori Gadamer. 1) Hamka memahami Q.S. Al-Jumu'ah: 10 sebagai anjuran bagi umat Islam untuk kembali mencari rezeki halal setelah shalat Jumat, karena hari tersebut bukanlah hari libur total melainkan simbol keseimbangan jasmani dan rohani. Aktivitas ekonomi harus selalu diiringi zikir agar rezeki yang diperoleh mendatangkan keberkahan dan ketenteraman jiwa. Pemahaman ini diperkuat oleh pandangan ulama Salaf bahwa berniaga pasca-shalat Jumat akan melipatgandakan keberkahan dari Allah. 2) Berdasarkan analisis menggunakan hermeneutika Gadamer terhadap penafsiran Hamka ada beberapa tahapan yang perlu dicapai, pertama dari faktor keterpengaruhan sejarah yakni pengalaman Hamka menulis tafsir dalam penjara dan keaktifan Hamka dalam organisasi Muhammadiyah. Kedua, pra-pemahaman berisi kondisi masyarakat Arab dulu (asbabun nuzul) dan fenomena pada masa kini. Selanjutnya, fushion of horizons, yaitu penggabungan antara teks (Al-Qur’an), mufassir (Hamka) dan kondisi saat ini (Pembaca).

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBaharuddin, Mochammad AchwanUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Workaholic, Tafsir Al-Azhar, hermeneutika Gadamer
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 09 Jul 2026 03:48
Last Modified: 30 Jul 2026 05:12
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18875

Actions (login required)

View Item View Item