Mabruroh, Shofa (2026) Tradisi Pembacaan al-Āyātul Ḥafīẓah (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Fathul Ulum Simbang Kulon, Buaran). Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tradisi pembacaan al-Āyātul Ḥafīẓah di Pondok Pesantren Fathul Ulum Simbang Kulon, Buaran sebagai salah satu bentuk praktik Living Qur’an. Tradisi tersebut merupakan amaliah yang diwariskan melalui sanad dan ijazah para ulama serta dilaksanakan secara rutin setelah salat fardu berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi fungsional terhadap tradisi pembacaan Ayat al-Āyātul Ḥafīẓah dalam perspektif Living Qur’an, khususnya mengenai proses penerimaan, pemaknaan, dan pengamalannya oleh warga pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh, ustadz/ustadzah, serta santri Pondok Pesantren Fathul Ulum Simbang Kulon. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi fungsional terhadap al-Āyātul Ḥafīẓah mencakup fungsi informatif melalui proses pewarisan pengetahuan mengenai al-Āyātul Ḥafīẓah sebagai ayat hafadzah, sedangkan fungsi performatif diwujudkan melalui pembacaan rutin setelah salat fardu berjamaah sebagai bagian dari amaliah pesantren. Analisis terhadap Tafsir Al-Misbah menunjukkan bahwa kelima ayat tersebut memiliki keterkaitan makna mengenai petunjuk, kekuasaan Allah, perlindungan, dan keterbatasan seluruh makhluk di hadapan-Nya sehingga dipahami selaras dengan fungsi permohonan perlindungan kepada Allah yang melengkapi bacaan A‘ūdzu billāhi mina asy-syaithānir rajīm yang disempurnakan dengan pembacaan Ayat Kursi. Tradisi ini memberikan implikasi bagi warga pesantren melalui pembiasaan berzikir, serta tumbuhnya rasa tenang dan aman. Meskipun tidak semua santri merasakan manfaatnya secara langsung, tradisi tersebut tetap dipertahankan karena didasarkan pada keyakinan terhadap ajaran pengasuh, pewarisan sanad keilmuan, serta tradisi pesantren yang terus dilestarikan. Temuan ini menunjukkan bahwa al-Āyātul Ḥafīẓah tidak hanya dipahami sebagai teks Al-Qur'an, tetapi juga diresepsi dan difungsikan sebagai bagian dari praktik Living Qur’an yang hidup dalam kehidupan religius masyarakat pesantren
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Living Qur’an, Resepsi Fungsional, al-Āyātul Ḥafīẓah, Tradisi Pembacaan | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 03:53 | ||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 05:13 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18881 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
