Pola Relasi Suami Istri Pasangan Nikah Muda Di Kota Pekalongan Perspektif Mubadalah

Arifin, Ihyaul (2026) Pola Relasi Suami Istri Pasangan Nikah Muda Di Kota Pekalongan Perspektif Mubadalah. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
50123010 - Bab I dan Bab VII.pdf

Download (2MB)
[img] Text
50123010 - Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
50123010 - Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Fenomena pernikahan dini yang diakses melalui jalur dispensasi nikah di Pengadilan Agama sering kali dikategorikan secara peyoratif dalam diskursus sosiologi keluarga sebagai institusi relasional yang rapuh, rentan konflik, dan timpang secara jender. Stigma ini menjadi kian kompleks apabila institusi tersebut diinisiasi oleh kedaruratan sosiogekonomis dan hukum berupa kehamilan sebelum menikah. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara komprehensif dan mendalam mengenai dinamika relasi suami-istri pada pasangan nikah muda di Kota Pekalongan dengan menggunakan pisau analisis teori mubādalah. Eksplorasi teoretis dan empiris diarahkan pada empat indikator substansial: pola pembagian peran domestik-publik, otoritas dan mekanika pengambilan keputusan, pemenuhan kebutuhan biologis serta emosional, hingga signifikansi pengaruh usia dini yang berkelindan dengan lanskap budaya lokal pesisir Pekalongan yang religius namun patriarkis. Hasil penelitian mengungkap adanya penataan ulang alami terhadap doktrin gender tradisional-hegemonik yang bias patriarki di masyarakat Pekalongan. Alih-alih terjebak dalam subordinasi yang represif, para informan muda ini berhasil memformulasikan model relasi egaliter-sebaya. Temuan ini ditandai oleh tiga artikulasi utama: pertama, terjadinya pencairan batas perimeter domestik-publik di mana tugas rumah tangga dikelola sebagai proyek komunal (shared domestic duties) dan agensi ekonomi istri melalui ekosistem digital (jualan online) diakui sebagai kemandirian yang suportif; kedua, transformasi otoritas kepemimpinan (qiwamah) dari pola unilateral menjadi partisipatif-konsultatif melalui mekanisme perdebatan dialektis yang berujung pada konsensus timbal balik; dan ketiga, ruang privat biologis-emosional yang dikelola secara empatik berdasarkan asas "tahu diri dan tahu kondisi" serta persetujuan bersama (mutual consent). Kedekatan rentang usia di antara pasangan muda ini justru menjadi variabel determinan yang mempercepat otonomi relasional serta kemandirian fungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun struktur pernikahan diawali oleh koersi sosioreligius dan hukum demi legalitas anak, pasangan nikah muda di Pekalongan memiliki resiliensi teologis-praktis. Mereka mampu menginternalisasi esensi ajaran Mubādalah secara aplikatif dengan mengoperasikan institusi perkawinan bukan sebagai arena kontestasi kekuasaan atau hierarki jender, melainkan sebagai ruang persahabatan, transformasi kedewasaan, dan perjuangan bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRohayana, Ade Dedi197101151998031005UNSPECIFIED
Thesis advisorRohman, Taufiqur198210012023211016UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Dini, Dispensasi Nikah, Perspektif Mubādalah, Relasi Jender, Pekalongan
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.3 Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga
Depositing User: UIN Gus Dur Pascasarjana
Date Deposited: 16 Jul 2026 02:27
Last Modified: 16 Jul 2026 02:27
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18894

Actions (login required)

View Item View Item