Makna Kata Sufaha ̅’ dalam Qs. An-Nisa’ ayat 5 (Studi Komparatif Pemikiran Ibn Qayyim al-Jauziyah dalam Ighatsat al-Lahfan min Mashayidi as-Syaithan dan Fatima Mernissi dalam Women and Islam: an Historitical and Theological Enquiry)

Lainuvar, Lainuvar (2026) Makna Kata Sufaha ̅’ dalam Qs. An-Nisa’ ayat 5 (Studi Komparatif Pemikiran Ibn Qayyim al-Jauziyah dalam Ighatsat al-Lahfan min Mashayidi as-Syaithan dan Fatima Mernissi dalam Women and Islam: an Historitical and Theological Enquiry). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30122012_Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (555kB)
[img] Text
30122012_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (82kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Kajian ini berangkat dari perbedaan pemaknaan kata sufaha’ antara pemaknaan dengan pendekatan klasik dan pemaknaan melalui pendekatan pemikiran feminis kontemporer yang dalam hal ini adalah Ibn Qayyim al-Jauziyah dan Fatima Mernissi. Kajian ini kemudian akan mengkaji pemaknaan sufaha’ terhadap pemikiran keduanya dalam Ighatsat al-Lahfan min Mashayidi as-Syaithan dan Women and Islam: an Historitical and Theological Enquiry serta mengajukan kritik terhadap pemaknaan sufaha’ Fatima Mernissi yang menggunakan pendekatan kritik dalam bukunya. Jenis penelitian yang diterapkan dalam kajian ini adalah library research yang lebih mengacu pada uraian analisis deskriptif-analitis dengan mengacu pada sumber primer kitab Ighatsat al-Lahfan min Mashayidi as-Syaithan dan Women and Islam: an Historitical and Theological Enquiry dan sumber sekunder dari buku, jurnal, artikel, tugas akhir, serta berbagai kajian literatur terkait. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pemaknaan Ibn Qayyim dan Fatima Mernissi terhadap kata sufahā’ memiliki persamaan dalam penggunaan pendapat mufasir terdahulu dan sama-sama menempatkannya pada konteks pengelolaan harta. Namun, Ibn Qayyim memaknai sufahā’ sebagai perempuan dan anak-anak berdasarkan riwayat Ibn Abbas serta menghubungkannya dengan konsep qawwām. Sebaliknya, Fatima Mernissi memahami sufahā’ secara lebih umum tanpa membatasinya pada jenis kelamin tertentu dan mengaitkannya dengan hak perempuan atas harta dan warisan. Kritik Mernissi juga dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan dasar argumentasi serta latar metodologis pemikiran klasik yang berlandaskan Al-Qur’an, hadis, dan pemahaman salaf al-shalih.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
UNSPECIFIEDAzzuhri, MuhandisUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: sufaha’, Ibn Qayyim al-Jauziyah, Fatima Mernissi
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 14 Jul 2026 03:55
Last Modified: 14 Jul 2026 03:55
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19041

Actions (login required)

View Item View Item