Aira, Meiyana Dwi (2026) Nilai – Nilai Religius Dalam Tradisi Sedekah Laut Di Dukuh Jambean Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
20122190_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
20122190_Full text.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
20122190_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (961kB) |
Abstract
Penelitian dilatar belakangi adanya tradisi Sedekah Laut yang merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan di Dukuh Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai sarana integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya pesisir. walaupun ritual telah mengalami akulturasi, kebanyakan masyarakat belum mengetahui makna dan nilai dalam tradisi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi dan manifestasi nilai-nilai Islam dalam praktik adat Sedekah Laut di Dukuh Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, serta mengkaji interpretasi dan persepsi masyarakat mengenai fungsi ritual tersebut dalam menginternalisasi ajaran Islam melalui landasan teori Clifford Geertz, Émile Durkheim, dan Koentjaraningrat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Subjek penelitian meliputi ketua panitia tradisi, nelayan, pemuka agama, perangkat desa, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Sedekah Laut mencerminkan akulturasi Islam-Jawa yang memadukan nilai religius dan adat pesisir sebagai wujud syukur, doa keselamatan, pengikat solidaritas, serta penggerak ekonomi. Namun, terjadi desakralisasi makna karena tokoh agama dan panitia tidak memahami filosofi sesaji (uborampe), sehingga ritual bergeser menjadi sekadar rutinitas kolektif tahunan demi keselamatan bersama. Secara teoretis, ritual ini memperlihatkan sesaji sebagai simbol budaya (Geertz), tradisi pemelihara solidaritas sosial (Durkheim), dan akulturasi sebagai kompromi teologis (Koentjaraningrat). Penelitian ini berkontribusi memperlihatkan tradisi pesisir sebagai ruang integrasi nilai religius-sosial yang dinamis. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya edukasi kultural dari tokoh adat dan agama agar makna filosofis-spiritual Sedekah Laut tidak sepenuhnya hilang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sedekah Laut, Akulturasi Islam-Jawa, Nilai Religius, Islam Lokal | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.3 Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam, Sekolah Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 370 Education (Pendidikan) > 370 Education/Pendidikan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Prodi Pendidikan Agama Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Ftik | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 06:59 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jul 2026 06:59 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19077 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
