Huda, Muhammad Khasanul (2026) MAKNA SIMBOLIK BENDERA ONE PIECE SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30422063_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30422063_Full Text.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30422063_Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik bendera One Piece sebagai bentuk kritik sosial serta mengkaji pemaknaannya dalam perspektif Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena pengibaran bendera One Piece di ruang publik yang menarik perhatian masyarakat karena mengalami pergeseran makna dari sekadar simbol budaya populer menjadi media penyampaian aspirasi dan kritik sosial. Dalam perkembangannya, simbol tersebut digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi sosial maupun kebijakan tertentu. Fenomena ini menunjukkan bahwa simbol tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mampu membentuk opini publik melalui pesan-pesan simbolik yang terkandung di dalamnya. Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai sumber yang relevan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari sopir truk, mahasiswa atau penggemar One Piece, serta tokoh agama yang dipilih berdasarkan keterkaitannya dengan fenomena yang diteliti. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk yang meliputi aspek struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berlandaskan paradigma kritis yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi yang dipengaruhi oleh relasi kekuasaan, kepentingan, dan kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian dilaksanakan di Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang dengan menggunakan teknik validasi data berupa triangulasi sumber, member check, dan kecukupan referensial guna menjamin kredibilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bendera One Piece dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, kritik terhadap kekuasaan, serta media penyampaian aspirasi masyarakat. Pemaknaan tersebut terbentuk melalui pengalaman sosial masyarakat dan konstruksi makna yang berkembang di media. Dalam perspektif Islam, penggunaan simbol ini dapat dipahami sebagai bentuk kritik sosial yang sejalan dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar dan nilai keadilan (al-'adl) selama disampaikan secara etis, damai, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi yang mendorong terwujudnya kehidupan sosial yang lebih adil dan bermartabat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Simbol Budaya Populer, Kritik Sosial, Bendera One Piece, Interaksionisme Simbolik, Perspektif Islam | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.2 Politik Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 08:34 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jul 2026 08:34 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19096 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
