Tawadhu’ Dalam Al-Qur’an: Analisis Kata Hawnan Dan Ikhfiḍ Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu

Ulfatan, Nena (2026) Tawadhu’ Dalam Al-Qur’an: Analisis Kata Hawnan Dan Ikhfiḍ Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30122035_Cover, Bab I dan Bab V.pdf

Download (3MB)
[img] Text
30122035_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingudur.ac.id/

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sinonimitas dalam terjemahan Al-Qur'an ke bahasa Indonesia, di mana kata hawnan dan ikhfiḍ disamakan maknanya sebagai "rendah hati". Penyeragaman makna tersebut berpotensi mereduksi nuansa etis yang khas dan mengaburkan perbedaan batasan konseptual di antara keduanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengurai perkembangan makna dasar, makna relasional, serta jalinan medan semantik dari kedua kata tersebut guna mendapatkan konsep tawadhu’ secara utuh dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menerapkan pendekatan semantik Al-Qur'an perspektif Toshihiko Izutsu. Data dikumpulkan dengan menghimpun seluruh ayat yang memuat kata hawnan dan ikhfiḍ, menelusuri kata pada kamus bahasa Arab, kitab sya’ir Arab, serta kitab-kitab tafsir. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui analisis makna dasar, makna relasional, pelacakan makna historis, serta analisis weltanschauung. Hasil analisis menunjukkan bahwa hawnan dan ikhfiḍ memiliki makna dasar yang sama, yaitu rendah. Secara rasional, aspek sintagmatik hawnan berelasi dengan kata ‘ibadurrahman, Allah, tahsabunahu, ayumsikuhu, dan azab, serta secara paradigmatik berdekatan dengan as-sakīnah, al-waqār, tadarru’ dan khusyu’, dan berlawanan dengan al-marah. Sementara aspek sintagmatik ikhfiḍ berelasi dengan kata janaha dan al-waqi’ah, serta secara paradigmatik berdekatan dengan kata al-līn dan khuḍu‘, dan berlawanan dengan ar-raf’u dan takabbur. Kesimpulannya, weltanschauung Al-Qur’an tentang tawadhu’ yang terbentuk dari integrasi kedua kata ini mewujud dalam dua dimensi yang saling mengunci, yaitu ketenangan jiwa yang dibentuk oleh kata hawnan dan kelembutan tindakan fisik melalui kata ikhfiḍ. Al-Qur'an secara radikal mengubah cara pandang masa lalu yang menganggap sikap merendah sebagai aib menjadi identitas akhlak mulia yang menghubungkan keharmonisan sosial di dunia dengan tujuan ibadah demi kebahagiaan abadi di akhirat.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMuna, Arif ChasanulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tawadhu’, Hawnan, Ikhfiḍ, Semantik, Toshihiko Izutsu
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X1 Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 16 Jul 2026 04:05
Last Modified: 16 Jul 2026 04:05
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19180

Actions (login required)

View Item View Item