Mantofani, Muhammad Ariq (2026) Analisis Al-Wujūh Wa Al-Naẓā’ir terhadap Lafadz Fitnah dalam Tafsir Al -Maraghi dan Relevansinya dengan Fenomena Post-Truth. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30122021_COVER BAB 1 DAN BAB5 DP.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30122021_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
30122021_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (443kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran lafadz fitnah dalam Tafsir al-Maraghi, mengklasifikasikan variasi maknanya menggunakan teori al-Wujūh wa al-Naẓā’ir, serta menganalisis relevansi konseptualnya dengan fenomena post-truth. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa istilah fitnah dalam masyarakat kontemporer kerap dipersempit maknanya sebagai sekadar "tuduhan tanpa bukti", padahal Al-Qur’an memuat cakupan makna yang jauh lebih luas dan multidimensional, sementara era post-truth yang ditandai dominasi emosi dan manipulasi informasi semakin mengaburkan batas antara fakta dan opini di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), menjadikan Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi dan 32 surat dalam al-Qur’an yang mengandung lafadz fitnah dan derivasinya sebagai sumber data primer dan literatur akademik terkait sebagai data sekunder. Data dikumpulkan melalui penelusuran seluruh kemunculan lafaz fitnah dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan al-Wujūh wa al-Naẓā’ir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz fitnah beserta derivasinya muncul sebanyak 60 kali dalam 32 surah, menghasilkan 13 klasifikasi makna (al-Wujūh) yang meliputi al-ibtila’ (ujian), al-syirk (kemusyrikan), al-‘aẓāb (siksaan), al-dhalālah (kesesatan), al-idhthirāb (kekacauan sosial), dan kategori lainnya, dengan corak penafsiran al -Maraghi yang bersifat adabi ijtima’i (sastra budaya kemasyarakatan). Relevansi konseptual ditemukan pada tiga karakteristik post-truth, yaitu manipulasi persepsi yang berkaitan dengan makna al-kufr, pengaburan kebenaran yang berkaitan dengan makna al-syirk, serta provokasi emosional yang berkaitan dengan makna al-idhthirāb. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa konsep fitnah dalam Tafsir al-Maraghi bersifat struktural dan multidimensional, sehingga pendekatan al-Wujūh wa alNaẓā’ir terbukti efektif sebagai instrumen analitis untuk mengungkap relevansi teks klasik dengan persoalan disinformasi dan hoaks di era digital, sekaligus mendorong penguatan literasi keagamaan dan literasi digital masyarakat Muslim.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Al-Wujuh wa al-Naza’ir, Tafsir al-Maraghi, Fitnah, PostTruth. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:34 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:34 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19185 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
