INFAK KELENTUNGAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN IBNU KHUDZAIFAH DI DUSUN SERDADI COMAL (STUDI LIVING ATAS PEMAHAMAN MASYARAKAT MENGENAI Q.S. AL-BAQARAH [2]:261)

Multazam, Uwais Fadhlil (2026) INFAK KELENTUNGAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN IBNU KHUDZAIFAH DI DUSUN SERDADI COMAL (STUDI LIVING ATAS PEMAHAMAN MASYARAKAT MENGENAI Q.S. AL-BAQARAH [2]:261). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30122028_Cover, Bab I dan Bab V.pdf

Download (4MB)
[img] Text
30122028_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[img] Text
30122028_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tradisi infak kelentungan yang berkembang di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibnu Khudzaifah, Dusun Serdadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Tradisi ini merupakan praktik pengumpulan infak masyarakat melalui wadah kelentungan yang diambil secara berkala untuk menunjang kebutuhan pesantren. Fenomena tersebut menarik dikaji dalam perspektif Living Qur’an karena menunjukkan bagaimana Q.S. Al-Baqarah [2]:261 tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga hidup dan diwujudkan dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resepsi masyarakat Dusun Serdadi terhadap Q.S. Al-Baqarah [2]:261 dalam praktik infak kelentungan serta mendeskripsikan fungsi sosial dan keagamaan tradisi tersebut sebagai fenomena Living Qur’an. Fokus penelitian diarahkan pada proses pemaknaan ayat oleh masyarakat dan bagaimana pemaknaan tersebut membentuk solidaritas sosial serta legitimasi keagamaan di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibnu Khudzaifah, Dusun Serdadi, Comal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pengasuh pesantren, pengurus pondok, pengurus mushola dan masjid, pengurus UPZ, serta masyarakat yang terlibat dalam praktik infak kelentungan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi masyarakat terhadap Q.S. Al-Baqarah [2]:261 bersifat multilapis. Pertama, resepsi fungsional, yaitu ayat dipahami sebagai landasan teologis yang mendorong masyarakat untuk berinfak dan mendukung keberlangsungan pesantren. Kedua, resepsi simbolik, yaitu wadah kelentungan menjadi simbol kepedulian sosial dan identitas keagamaan masyarakat. Ketiga, resepsi spiritual, yaitu keyakinan bahwa infak akan x mendatangkan pahala, keberkahan, dan balasan berlipat ganda dari Allah Swt. sebagaimana terkandung dalam kandungan ayat tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik infak kelentungan membentuk pola resiprositas sosial-keagamaan yang kuat. Masyarakat memberikan dukungan material kepada pesantren melalui infak, sementara pesantren memberikan kontribusi berupa pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keagamaan, kajian rutin, dan pelayanan sosial keagamaan kepada masyarakat. Hubungan timbal balik tersebut memperkuat solidaritas sosial, membangun kepercayaan kolektif, serta menciptakan kohesi komunal yang berkelanjutan di lingkungan Dusun Serdadi. Dengan demikian, tradisi infak kelentungan merupakan manifestasi nyata Living Qur’an yang memperlihatkan transformasi nilai-nilai Al-Qur’an menjadi praktik budaya keagamaan yang hidup. Q.S. Al-Baqarah [2]:261 tidak hanya diresepsi sebagai teks normatif, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang membentuk identitas komunal, memperkuat solidaritas masyarakat, serta menopang keberlangsungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibnu Khudzaifah sebagai pusat pendidikan dan dakwah di tengah masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBakhri, SyamsulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Living Qur’an, Infak Kelentungan, Resepsi Al-Qur’an, Q.S. Al-Baqarah [2]:261, Resiprositas Sosial
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X1 Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:43
Last Modified: 20 Jul 2026 02:43
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19332

Actions (login required)

View Item View Item