Lutfiana, Izza Sasky (2026) Promosi Afiliasi Menggunakan Video Buatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Perspektif Fikih Muamalah. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1221122_BAB I dan BAB V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1221122_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
1221122_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (67kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah merevolusi model pemasaran digital, salah satunya melalui penggunaan video promosi afiliasi berbasis AI yang menggunakan fitur avatar digital, voice cloning, hingga manipulasi deepfake. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan promosi afiliasi berbasis video AI dalam perspektif Fikih Muamalah serta dampaknya terhadap konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi digital terhadap sepuluh konten video afiliasi di platform TikTok dan Shopee Video. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan penalaran deduktif berdasarkan prinsip-prinsip Fikih Muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik promosi afiliasi berbasis video AI pada dasarnya diperbolehkan (ibahah) dalam Fikih Muamalah karena AI berkedudukan sebagai alat bantu (alat), bukan subjek hukum mandiri, sehingga tidak membatalkan keabsahan akad samsarah (keperantaraan) atau ju’ālah (imbalan berbasis hasil). Namun, keabsahan tersebut bersifat bersyarat. Temuan lapangan mengidentifikasi adanya praktik yang melanggar prinsip syariah, seperti Tadlīs (penipuan kualitas melalui testimoni fiktif voice cloning), Gharar (ketidakjelasan objek akibat manipulasi visual berlebihan tanpa spesifikasi teknis), dan Najsy digital (rekayasa minat pasar melalui visual artifisial tanpa pengungkapan identitas AI). Dampak penggunaan video AI terhadap konsumen meliputi pembentukan ekspektasi yang tidak realistis dan diskonfirmasi ekspektasi pascapembelian, yang dalam Fikih Muamalah dapat diselesaikan melalui pengaktifan hak Khiyar Ru’yah dan Khiyar ‘Aib. Penelitian ini merekomendasikan urgensi transparansi (tabyin) berupa labelisasi otomatis "Dihasilkan AI" dan standarisasi etika promosi digital untuk melindungi hak konsumen dan menjaga integritas ekosistem perdagangan syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Affiliate Marketing, Artificial Intelligence, Fikih Muamalah | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 09:14 | ||||||||
| Last Modified: | 17 Jul 2026 09:14 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19385 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
