Mua'imin, Mua'imin (2026) Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Objek Wisata Sikujang Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan Dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Undergraduate Thesis thesis, UIN. K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
Cover, bab I - V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (985kB) |
Abstract
Wana Wisata Sikujang yang terletak di Dukuh Combong, Desa Tajur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan merupakan destinasi wisata alam berbasis ekosistem sungai dan hutan lindung yang dibuka sejak tahun 2012. Meskipun memiliki potensi ekologis yang tinggi, wisata ini mengalami penurunan kunjungan yang signifikan akibat dampak pandemi COVID-19 dan meninggalnya pengurus inti pengelola, sehingga menyebabkan kekosongan tata kelola formal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi sektor pariwisata di Objek Wisata Sikujang, dan (2) merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam perspektif Ekonomi Syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan lima informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi perwakilan pemerintah desa, pengelola wisata, pedagang lokal, masyarakat lokal, dan pengunjung. Pengumpulan data dilengkapi dengan observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi yang bersifat dualistis: kekuatan ekologis berupa sungai jernih dan hutan lindung yang terjaga, namun berhadapan dengan lemahnya tata kelola, stagnasi ekonomi, dan menurunnya partisipasi masyarakat. Dalam perspektif Ekonomi Syariah, strategi pengembangan dirumuskan melalui tiga pilar: (1) penguatan ekologi berbasis konsep Khalifah, melalui formalisasi kearifan lokal dan aktivasi aset yang terbengkalai; (2) pemulihan ekonomi berbasis Maslahah Mursalah, melalui rehabilitasi fasilitas, pemasangan WiFi publik, dan promosi digital aktif; serta (3) pemulihan partisipasi masyarakat berbasis Al-Adalah, melalui pembentukan BUMDes Wisata dan penyusunan akad bagi hasil yang transparan. Strategi-strategi ini harus diimplementasikan secara bertahap dengan memprioritaskan pembentukan kelembagaan formal terlebih dahulu. Sikujang Nature Tourism, located in Combong Hamlet, Tajur Village, Kandangserang District, Pekalongan Regency, is a nature-based tourism destination relying on river ecosystems and protected forest resources, established in 2012 through local community initiative. Despite its significant ecological potential, this tourism site has experienced a substantial decline in visitor numbers due to the COVID-19 pandemic and the passing of key management figures, resulting in a persistent absence of formal governance structures. This study aims to: (1) identify the current condition of the tourism sector at Sikujang Nature Tourism, and (2) formulate applicable sustainable tourism development strategies from an Islamic Economic perspective. A qualitative research method with a field study approach (field research) was employed. Data were collected through in-depth interviews with five purposively selected informants, comprising a village government representative, a tourism manager, a local trader, a local community member, and a tourist. Data collection was supplemented by field observation and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal a dualistic condition: strong ecological assets comprising a clear river and a well-preserved protected forest, yet challenged by weak governance, economic stagnation, and declining community participation. From an Islamic Economic perspective, three strategic pillars are proposed: (1) ecological strengthening based on the Khalifah concept, through the formalization of local wisdom and reactivation of neglected assets; (2) economic recovery based on Maslahah Mursalah, through facility rehabilitation, public WiFi installation, and active digital promotion; and (3) community participation recovery based on Al-Adalah, through the establishment of a Village-Owned Tourism Enterprise (BUMDes Wisata) and the formulation of transparent profit-sharing agreements. These strategies must be implemented in stages, prioritizing the formation of formal institutional structures first.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Syariah, Wisata Sikujang, Khalifah, Maslahah Mursalah, Al-Adalah | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.3 Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) > 330 Economics/Ilmu Ekonomi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Prodi Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Febi | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 08:34 | ||||||||
| Last Modified: | 17 Jul 2026 08:34 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19408 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
