Zahra, Jenny Fatimatuz (2026) Kesadaran Hukum Sarjana Hukum Sebagai Pelaku Usaha Fashion Terhadap Pentingnya Pendaftaran Merek (Studi pada Pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10222060_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (495kB) |
|
|
Text
10222060_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
20 LAMPIRAN(4).pdf Restricted to Repository staff only Download (320kB) |
Abstract
Pendaftaran merek menjadi langkah penting bagi pelaku usaha dalam mengamankan perlindungan hukum atas produknya. Kendati demikian, data menunjukkan bahwa pendaftaran merek di Kabupaten Pekalongan masih sangat minim, termasuk diantaranya pelaku usaha yang bergelar Sarjana Hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran hukum Sarjana Hukum sebagai pelaku usaha fashion di Kabupaten Pekalongan terhadap kewajiban pendaftaran merek serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi terhadap 13 (tiga belas) informan yang merupakan Sarjana Hukum sekaligus pelaku usaha fashion berskala mikro dan kecil di Kabupaten Pekalongan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesadaran hukum diukur melalui empat indikator menurut Soerjono Soekanto, yaitu pengetahuan hukum (law awareness), pemahaman hukum (law acquaintance), sikap hukum (legal attitude), dan perilaku hukum (legal behavior). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum Sarjana Hukum sebagai pelaku usaha fashion di Kabupaten Pekalongan terhadap kewajiban pendaftaran merek berada pada kategori sedang. Meski sebagian besar telah memahami regulasi merek dan bersikap positif terhadap pentingnya pendaftaran, namun hanya dua dari 13 (tiga belas) informan (15,4%) yang telah mendaftarkan mereknya ke DJKI. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendaftaran merek antara lain keterbatasan waktu, kurangnya penghayatan urgensi, kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan praktik, persepsi negatif terhadap prosedur, beban biaya, minimnya sosialisasi pemerintah daerah, keterbatasan akses layanan DJKI, serta budaya usaha yang belum menjadikan pendaftaran merek sebagai praktik yang lazim. Kondisi ini mencerminkan fenomena gap antara law in books dan law in action.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kesadaran Hukum, Sarjana Hukum, Pelaku Usaha Fashion, Pendaftaran Merek | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 04:05 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Aug 2026 04:58 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19507 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
