Kerangka Pemikiran Fikih Wahbah Az-Zuhaili Dan Muhammad Syahrur Sebagai Ijtihad Kontemporer Terhadap Keabsahan Bitcoin Sebagai Mahar

Islam, Saiful (2026) Kerangka Pemikiran Fikih Wahbah Az-Zuhaili Dan Muhammad Syahrur Sebagai Ijtihad Kontemporer Terhadap Keabsahan Bitcoin Sebagai Mahar. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10122093- FULL TEXT-B5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
10122093-COVER BAB 1 DAN BAB 5-DP.pdf

Download (1MB)
[img] Text
10122093-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (422kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam sistem transaksi keuangan dan praktik sosial keagamaan. Salah satu fenomena yang muncul ialah penggunaan bitcoin sebagai mahar dalam akad pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan mahar berupa bitcoin menurut perspektif Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Syahrur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-komparatif. Data primer diperoleh dari karya Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Syahrur, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait transaksi elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Wahbah az-Zuhaili, bitcoin sebagai mahar harus diperhatikan secara hati-hati karena mahar harus jelas nilai dan manfaatnya serta terhindar dari unsur gharar. Gharar dapat muncul apabila bitcoin digunakan dalam praktik spekulatif seperti trading derivatif. Namun, jika digunakan secara wajar dan disepakati kedua pihak, maka unsur ghararnya dapat diminimalisasi. Sementara itu, Muhammad Syahrur lebih terbuka terhadap penggunaan bitcoin sebagai mahar karena menurutnya bentuk mahar dapat menyesuaikan perkembangan zaman selama memiliki nilai, manfaat dan persetujuan kedua belah pihak.Bahwa perbedaan pandangan kedua tokoh tidak hanya terletak pada persoalan bitcoin, tetapi juga pada metode istinbat hukum yang digunakan. Wahbah az-Zuhaili lebih menekankan pendekatan fikih normatif dan prinsip kehati-hatian, sedangkan Muhammad Syahrur lebih menonjolkan pendekatan sosial-kontekstual yang memberi ruang lebih luas terhadap perkembangan zaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHamid, AbdulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Mahar, Bitcoin, Pemikiran Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Syahrur.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 20 Jul 2026 07:43
Last Modified: 20 Jul 2026 07:43
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19702

Actions (login required)

View Item View Item