Maulidan, Dwi Meilan (2026) Mitigasi Bencana dalam Al-Qur’an: Pembacaan Maqāṣidī terhadap Kisah Nabi Nūḥ a.s. Perspektif Ibnu ‘Āsyūr. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30122058_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30122058_Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kajian tafsir terhadap kisah Nabi Nūḥ a.s. selama ini didominasi oleh pendekatan historis-teologis, sehingga mengabaikan pesan implisit mengenai tata kelola krisis kebencanaan. Penulisan ini bertujuan untuk mengonstruksi siklus mitigasi bencana dalam kisah banjir Nabi Nūḥ a.s. di Al-Qur’an sekaligus menganalisisnya melalui tinjauan Maqāṣidī perspektif Ibnu ‘Āsyūr. Penulisan kepustakaan (library research) ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dikumpulkan dari ayat-ayat kisah Nabi Nūḥ a.s. dalam Al-Qur’an, sedangkan data sekunder mencakup kitab Tafsir Al-Tahrīr wa Al-Tanwīr serta literatur kebencanaan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi berbasis metode mauḍū‘ī (tematik), yang kemudian dibedah menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penulisan ini menemukan dua hal baru. Pertama, konstruksi mitigasi dalam kisah Nabi Nūḥ a.s. terbagi ke dalam fase prabencana (dakwah sebagai instrumen preventif, kesiapsiagaan, dan pembangunan kapal sebagai mitigasi struktural), fase tanggap darurat (enam langkah operasional evakuasi berbasis spiritual dan teknis), serta fase pascabencana (rehabilitasi lingkungan dan rekonstruksi peradaban berbasis prinsip build back better). Kedua, tinjauan maqāṣidī Ibnu ‘Āsyūr mengungkap bahwa seluruh konstruksi tersebut mewujudkan keenam maslāḥah pokok (ḥifẓ al-dīn, nafs, ‘aql, nasl, māl, dan bī’ah) sekaligus mempertemukan Maslāḥah khāṣṣah (penyelamatan individu beriman) dengan Maslāḥah ‘āmmah (pelestarian peradaban lintas generasi). Penulisan ini menyimpulkan bahwa kisah Nabi Nūḥ a.s. merupakan prototipe manajemen krisis peradaban yang holistik dalam perspektif maqāṣidī Ibnu ‘Āsyūr; mitigasi bencana di dalamnya adalah manifestasi utuh Maqāṣid Syarī’ah yang mewajibkan syariat menjaga eksistensi manusia dan keberlanjutan ekosistem alam raya.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
