Wava, Zidna Qowiyal (2026) KONSEP SYUKUR KH. AHMAD RIFA’I DALAM KITAB ABYAN AL-HAWAIJ DAN URGENSINYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEIMANAN. Undergraduate Thesis thesis, UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30322007_Cover, Bab I dan V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30322007_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
30322007_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (282kB) |
Abstract
ABSTRAK Wava, Zidna Qowiyal. 2026. Konsep Syukur KH. Ahmad Rifa’i dalam Kitab Abyan Al-Hawaij dan Urgensinya dalam Meningkatkan Kualitas Keimanan. Skripsi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pembimbing Aris Priyanto, M.Ag. Kata kunci: Syukur, KH. Ahmad Rifa’i, Abyan al-Hawaij, Tasawuf, Keimanan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya syukur sebagai nilai fundamental dalam Islam yang tidak hanya dipahami sebagai ungkapan verbal, tetapi juga sebagai kesadaran batin dan implementasi amal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tasawuf, syukur berperan penting dalam pembentukan karakter spiritual dan penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT. Namun, pada realitas modern terjadi krisis spiritual berupa kekosongan jiwa, materialisme, hasad, serta hilangnya orientasi makrifat dan syariat. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep syukur KH. Ahmad Rifa’i dalam kitab Abyan Al-Hawaij dan bagaimana urgensi konsep tersebut dalam meningkatkan kualitas keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep syukur menurut KH. Ahmad Rifa’i dalam kitab Abyan Al-Hawaij serta mengidentifikasi urgensinya dalam meningkatkan kualitas keimanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Abyan Al-Hawaij karya KH. Ahmad Rifa’i yang berwujud manuskrip Sastra Nadzam Tarajumah Jawa-Pegon. Sementara itu, sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan dengan konsep syukur dalam Islam serta pemikiran ulama sufi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap teks-teks manuskrip, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan pendekatan hermeneutika teologis-sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep syukur dalam kitab Abyan Al-Hawaij mencakup tiga aspek utama, yaitu kesadaran hati berupa ma’rifat terhadap nikmat Allah, pengakuan lisan melalui pujian kepada Allah, serta pengamalan nikmat dalam bentuk ketaatan dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. KH. Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa syukur tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mencakup dimensi moral, sosial, dan kontrol politik untuk tidak mengabdi pada penguasa yang zalim. Urgensi syukur dalam meningkatkan kualitas keimanan termanifestasi sebagai pondasi keimanan yang kokoh, penguat hubungan spiritual dengan Allah, benteng dari sifat kufur, takabur, dan maksiat, sarana peningkatan derajat kemuliaan hamba, serta jalan untuk bertambahnya nikmat dan pahala. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa syukur menurut KH. Ahmad Rifa’i berfungsi sebagai indikator vitalitas iman yang melahirkan pribadi muslim yang qana’ah, adil, konsisten dalam ketaatan, dan berakhlak mulia. Konsep syukur dalam kitab Abyan Al-Hawaij memiliki relevansi kontemporer yang kuat sebagai solusi spiritual dalam membendung arus materialisme, budaya pamer, dan ketidakpuasan hidup masyarakat modern. Melalui rekonstruksi pemikiran ini, manusia diarahkan untuk membangun kembali kesadaran batin dan menyelaraskan pemanfaatan nikmat duniawi demi tegaknya kepatuhan syariat.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
