Aprilia, Anggita (2026) Perkawinan Krinah dalam Tradisi Misan Besan (Studi Kasus di Desa Kwasen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1120154_Bab I dan Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
1120154_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
1120154_Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perkawinan pada hakikatnya merupakan ikatan suci yang bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, dalam kehidupan masyarakat masih dijumpai praktik perkawinan yang dipengaruhi oleh adat dan kepercayaan lokal, salah satunya adalah perkawinan krinah dalam tradisi misan besan di Desa Kwasen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Tradisi ini dilakukan karena adanya keyakinan bahwa perkawinan antara dua keluarga yang belum misan besan harus melakukan krinah sebagai pemenuhan syarat untuk menghindari musibah. Praktik tersebut menarik untuk dikaji karena di satu sisi merupakan bagian dari kearifan lokal yang masih dipertahankan, tetapi di sisi lain menimbulkan persoalan apabila ditinjau dari tujuan disyariatkannya perkawinan dalam Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik perkawinan krinah serta menganalisis kesesuaiannya dengan perspektif maqashid syariah menurut Imam Asy-Syatibi. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pelaku perkawinan krinah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perangkat desa yang dipilih menggunakan snowball sampling. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Seluruh data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran yang utuh mengenai praktik perkawinan krinah dan relevansinya dengan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan krinah merupakan perkawinan yang dilakukan sebagai syarat adat sebelum mempelai laki-laki menikahi perempuan yang menjadi pilihannya. Praktik ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan leluhur, dorongan keluarga, dan keinginan untuk tetap melangsungkan perkawinan dengan pasangan yang dicintai. Meskipun secara formal telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan, pelaksanaannya sejak awal telah diniatkan bersifat sementara dan diakhiri dengan perceraian setelah tujuan adat tercapai. Selain itu, praktik perkawinan krinah juga belum mencerminkan makna mitsaqan ghalizan dan tidak selaras dengan prinsip-prinsip yang mendasari ketentuan larangan perkawinan dalam hukum Islam. Berdasarkan analisis maqashid syariah Imam Syatibi, praktik perkawinan krinah belum mampu mewujudkan perlindungan agama (hifz al-din), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal) secara optimal. Dengan demikian, perkawinan krinah lebih banyak menghadirkan kemudharatan daripada kemaslahatan, sehingga belum sejalan dengan tujuan pokok syariat Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Krinah, Tradisi Misan Besan, Maqashid Syariah | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:35 | ||||||||
| Last Modified: | 20 Jul 2026 07:35 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20000 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
