Peran Ibu Sebagai Pemimpin Rumah Tangga Pasca Perceraian Dalam Perspektif Gender (Studi Ibu Tunggal di Desa Wiyorowetan)

Jannah, Nanda Ghina Roudhotul (2026) Peran Ibu Sebagai Pemimpin Rumah Tangga Pasca Perceraian Dalam Perspektif Gender (Studi Ibu Tunggal di Desa Wiyorowetan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (539kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Nanda Ghina Roudhotul Jannah, NIM 10122078, 2026. Peran Ibu Sebagai Pemimpin Rumah Tangga Pasca Perceraian Dalam Perspektif Gender. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pembimbing: Anindya Aryu Inayati, S.H.I., M.P.I Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena ibu yang menjadi pemimpin rumah tangga pasca peceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu sebagai pemimpin rumah tangga pasca perceraian serta menganalisis konsekuensi akibat ibu menjadi pemimpin rumah tangga pasca perceraian dalam perspektif gender. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Desa Wiyorowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap lima ibu tunggal dan dokumentasi. Kemudian di analisis menggubakan teknik analisis interaktif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian nebubjukan bahwa ibu pasca perceraian berperan sebagai pemimpin rumah tangga yang tidak hanya mengurus kebutuhan domestik, tetapi juga bertanggung jawab dalam mencari nafkah, mengasuh anak, mengambil keputusan keluarga, serta memastikan keberlangsungan pendidikan dan kebutuhan hidup anak. Peran ini dijalankan secara penuh karena ketiadaan suami dalam rumah tangga. Konsekuensi yang muncul akibat ibu menjadi pemimpin rumah tangga meliputi beban ganda secara fisik, ekonomi, psikologis, muncunya stigma negatif dari lingkungan. Dalam perspektif gender, kondisi ini menunjukan adanya ketimpangan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan menanggung beban yang lebih besar pasca perceraian. Oleh kaaren aitu diperlukan dukungan keluarga, masyarakat, agar ibu tunggal mampu menjalankan peran secara optimal dan hak-hak anak tetap terpenuhi. Kata kunci: Ibu tunggal, Pemimpin rumah tangga, Perceraian, Gender.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorInayati, Anindya AryuUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ibu tunggal, Pemimpin rumah tangga, Perceraian, Gender.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 21 Jul 2026 01:13
Last Modified: 21 Jul 2026 01:13
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20007

Actions (login required)

View Item View Item