Lestari, Eni Zida (2026) Pencegahan Kemiskinan Dalam Qs. Al-Hasyr:7 (Analisis Tafsīr Maqāṣidī Ibnu 'Āsyūr). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
3121042_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3121042_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
3121042_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (617kB) |
Abstract
Kemiskinan dalam al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ujian yang Allah swt. berikan kepada para hamba-Nya, termasuk orang-orang yang beriman dan sholih. Kondisi tersebut bukanlah menjadi aib ataupun tanda rendahnya derajat seseorang di hadapan Allah. Akan tetapi, kita sebagai seorang muslim tidak diajarkan bersifat pasrah dalam kemiskinan, upaya yang harus dilakukan dalam mencegah kemiskinan yaitu dengan cara berikhtiar. Dengan dilakukannya usaha sebagai bentuk seseorang dalam menghadapi kemiskinan , al-Qur’an menghadirkan QS. al-Hasyr ayat 7 sebagai landasan nilai-nilai dalam bentuk pencegahan kemiskinan. Ayat tersebut menjadi sumber data utama dalam penelitian ini dengan menggunakan Kitab Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir karya Ibnu ‘Asyur. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan distribusi kekayaan dan pencegahan kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tafsir maqashidi untuk menemukan tujuan (maqashid) yang terkandung dalam QS. Al-Hasyr ayat 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu 'Asyur, QS. Al-Hasyr ayat 7 tidak hanya menjelaskan mekanisme pembagian harta fa'i, tetapi juga mengandung prinsip pemerataan distribusi kekayaan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya. Prinsip tersebut mencerminkan nilai keadilan sosial, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap harta (hifzh al-mal). Adapun hasil kontekstualisasi menunjukkan bahwa nilai distribusi kekayaan dalam QS. Al-Hasyr ayat 7 tetap relevan diterapkan dalam kehidupan modern melalui pengelolaan aset publik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Salah satu bentuk implementasinya adalah pemanfaatan aset negara, termasuk aset hasil pemulihan tindak pidana korupsi, yang dikelola secara transparan dan diarahkan untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan fasilitas umum, serta program perlindungan sosial. Pengelolaan aset yang tepat tidak secara langsung menghilangkan kemiskinan, namun menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pencegahan kemiskinan melalui pemerataan distribusi kekayaan, pengurangan kesenjangan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kontekstualisasi makna QS. Al-Hasyr ayat 7 menegaskan bahwa nilai distribusi kekayaan yang diajarkan Al-Qur'an tetap relevan sebagai landasan etis dalam pengelolaan kekayaan negara untuk mewujudkan keadilan sosial dan mendukung upaya pencegahan kemiskinan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pencegahan Kemiskinan, QS. Al-Hasyr Ayat 7, Tafsīr Maqāṣidī, Ibnu 'Āsyūr. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 01:43 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2026 01:43 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20043 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
