Dinamika nafs dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa perspektif Al-Ghazali

Andriyani, Iqfina Awalu (2026) Dinamika nafs dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa perspektif Al-Ghazali. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30322013_Bab I dan Bab V.pdf

Download (3MB)
[img] Text
30322013_skripsi full text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk nafs serta menganalisis dinamika nafs tokoh utama dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa dalam perspektif Al-Ghazali. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya konsep nafs dalam tradisi tasawuf sebagai kerangka untuk memahami kondisi batin manusia, khususnya ketika seseorang menghadapi konflik moral dan tekanan sosial. Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa dipilih sebagai objek penelitian karena merepresentasikan dinamika perjalanan batin tokoh Kiran, mulai dari ketaatan, kegelisahan, pemberontakan, penyesalan, hingga pencarian kembali ketenangan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berupa adegan, dialog, dan ekspresi tokoh utama dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan kajian nafs menurut Al-Ghazali. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan metode content analysis (analisis isi), yaitu dengan menelaah isi adegan, dialog, dan ekspresi tokoh untuk mengidentifikasi representasi nafs dalam film, kemudian hasilnya dibaca dan ditafsirkan menggunakan teori nafs Al-Ghazali. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi tingkatan nafs menurut Al�Ghazali, yaitu al-Nafs al-Mutma innah ʾ , al-nafs al-lawwāmah, dan al-nafs al�ammārah bi al-sūʾ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Kiran merepresentasikan tiga tingkatan nafs menurut Al-Ghazali. Al-Nafs al-Mutma innah ʾ terlihat melalui sikap taat kepada Allah, bakti kepada orang tua, serta keteguhan dalam menegakkan kebenaran. Al-Nafs al-lawwāmah tercermin dari kegelisahan batin, pertanyaan terhadap penderitaan yang dialami, serta penyesalan atas kesalahan yang telah diperbuat. Sementara itu, al-nafs al-ammārah bi al-sūʾ tampak ketika Kiran dikuasai oleh amarah dan dendam hingga memilih jalan dosa sebagai bentuk perlawanan terhadap kemunafikan. Dinamika nafs Kiran berlangsung secara fluktuatif sesuai perubahan kondisi jiwanya. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep nafs Al-Ghazali mampu menjelaskan bentuk dan dinamika kejiwaan tokoh utama serta menegaskan bahwa kondisi jiwa manusia dapat berubah-ubah sesuai dengan usaha untuk melawan hawa nafsunya.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorUla, MiftahulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: nafs, Al-Ghazali, content analysis, dinamika nafs, Tuhan Izinkan Aku Berdosa.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X5.2 Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 21 Jul 2026 08:14
Last Modified: 21 Jul 2026 08:14
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20088

Actions (login required)

View Item View Item