Faridah, Ni’mahtun (2026) Konstruksi Sosial Makna Spiritualitas Dalam Tradisi Sedekah Laut: Studi Fenomenologis Pada Masyarakat Desa Pulolampes Kabupaten Brebes. Undergraduate Thesis thesis, UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (823kB) |
|
|
Text
Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial makna spiritualitas dalam tradisi Sedekah Laut menurut masyarakat Desa Pulolampes Kabupaten Brebes serta makna spiritual yang dikomunikasikan melalui simbol-simbol dalam tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas Sekretaris Desa, Ketua Panitia Sedekah Laut, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Ketua RW. Analisis data menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, serta teori fenomenologi Edmund Husserl yang meliputi deskripsi, reduksi, esensi, dan intensionalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pulolampes mengonstruksi makna spiritualitas dalam tradisi Sedekah Laut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki hasil laut, permohonan keselamatan dan keberkahan, pelestarian warisan budaya leluhur, penguatan solidaritas sosial, serta bagi sebagian masyarakat mengandung dimensi sakral yang diyakini sebagai bagian dari tradisi. Makna tersebut terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sehingga menjadi realitas sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, simbol-simbol dalam tradisi Sedekah Laut mengomunikasikan nilai-nilai spiritual melalui miniatur kapal, kepala kerbau, pelarungan, doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, dan pagelaran wayang kulit yang merepresentasikan hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, alam, serta pelestarian budaya. Dengan demikian, tradisi Sedekah Laut tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya masyarakat pesisir, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual yang membentuk dan mempertahankan identitas sosial-spiritual masyarakat Desa Pulolampes.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi Sosial, Spiritualitas, Tradisi Sedekah Laut, Fenomenologi. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 07:41 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2026 07:41 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20160 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
