Sabets, Diva Eli (2026) Analisis Potensi Bias Dalam Family Isnad Pada Abad 1-2 H Dan Implikasinya Terhadap Kredibilitas Perawi Hadis. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30222004_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30222004_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
30222004_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari teorinya Nabia Abbot The Family Isnad yang menurutnya mempunyai kekuatan otoritas yang tinggi. Teori ini memberikan lensa penting untuk melihat periwayatan hadis tidak hanya sebagai transmisi teks saja, namun terkadang sering dicampuri dengan urusan politik yang sarat dengan otoritas. Terutama jalur periwayatan sahabat Ali bin Abi Thalib yang sangat kompleks ketika dilihat dalam konteks perpecahan politik mulai dari pasca fitnah kubra, perang saudara sampai terbentuknya berbagai ideologi dan teologi Sunni, Syi’ah dan Khawarij yang melahirkan lingkungan di mana periwayatan hadis berpotensi bias teologis (terdorong untuk meriwayatkan hadis yang menguntungkan kelompok politik ataupun teologisnya), legitimasi kekuasaan dan muncul teori penerimaan periwayatan pada masing-masing pihak yaitu Sunni dan Syi’ah. Dari sini penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut potensi bias teologis jalur periwayatan Ali bin Abi Thalib abad 1-2 H, berangkat dari dua pernyataan mendasar : (1) apakah ada potensi bias teologis dalam Family Isnad periwayatan Ali bin Abi Thalib tentang kemuliaan keluarga Ali bin Abi Thalib. (2) bagaimana implikasi konteks sosial politik pada abad 1-2 H terhadap kredibilitas perawi hadis. Kesimpulan pada penelitian ini adalah (1) Dalam Family Isnad jalur Ali bin Abi Thalib hadis tentang Keutamaan Ahl Al-Bayt tidak terdapat potensi bias teologis. Meskipun sebagian ulama mengindikasi bahwa terdapat potensi bias teologis dari 2 periwayat yakni Muhammad bin Ali dan Ja’far bin Muhammad. (2) Konteks Sosial Politik tidak berimplikasi terhadap kredibilitas perawi dalam Family Isnad jalur Ali bin Abi Thalib. Faktor dari luar seperti afiliasi politik atau kesukuan hanya dipertimbangkan jika ada bukti kuat bahwa orang tersebut sengaja mengubah redaksi untuk kepentingan kelompoknya. Jika tidak ada bukti seperti itu, maka latar belakang seorang rawi tidak secara otomatis membuat redaksinya tidak dipercaya.. Sebab kredibilitas hadis selain dilihat dari integritas moral dan profesionalitas keakuratan hafalan juga sangat bergantung pada tingkat kefanatikan aliran dan kejujuran perawi. Sebab kredibilitas hadis selain dilihat dari integritas moral dan profesionalitas keakuratan hafalan juga sangat bergantung pada tingkat kefanatikan aliran dan kejujuran perawi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Potensi Bias, Family Isnad dan Kredibilitas perawi | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Hadist | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 02:40 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:40 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20206 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
