Citra, Meidiana (2026) Analisis Pemahaman dan Kepatuhan Membayar Zakat Perdagangan Kalangan Pengusaha Kecamatan Kedungwuni di Baznas Kabupaten Pekalongan. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
40122044_BAB 1 & BAB 5.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
40122044_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
40122044_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kesenjangan antara besarnya potensi zakat perdagangan di pusat kegiatan ekonomi dengan realitas tingkat penghimpunannya pada lembaga resmi masih menjadi permasalahan utama dalam pengelolaan zakat daerah. Kesenjangan ini dipicu oleh minimnya literasi teknis para pelaku usaha mengenai ketentuan nisab, haul, dan formulasi perhitungan zakat perdagangan, serta tingginya preferensi masyarakat untuk menyalurkan zakat secara langsung secara informal ketimbang melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan kepatuhan kewajiban membayar zakat perdagangan di kalangan pengusaha Kecamatan Kedungwuni, menganalisis keterkaitannya dengan BAZNAS Kabupaten Pekalongan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman dan kepatuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan (field research). Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari sepuluh pengusaha Muslim di Kecamatan Kedungwuni dengan kriteria usaha telah berjalan minimal 3,5 tahun dan memenuhi estimasi nisab, tiga pihak pengelola BAZNAS Kabupaten Pekalongan, seorang tokoh agama, serta seorang mustahik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pengusaha terhadap zakat perdagangan cukup bervariasi; sebagian besar memahami zakat sebagai kewajiban keagamaan dari hasil usaha, namun penguasaan teknis terkait nisab 85gram emas, haul satu tahun, dan kadar 2,5% belum sepenuhnya merata. Dari segi kepatuhan, mayoritas pengusaha telah secara rutin menunaikan zakat dari hasil usahanya, tetapi seluruh informan memilih menyalurkannya secara langsung kepada masyarakat sekitar, kerabat, atau pondok pesantren ketimbang melalui BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Kepatuhan yang rendah terhadap lembaga resmi ini disebabkan oleh pengaruh tradisi lokal (eksternalisasi), rasa sungkan kepada tetangga, serta keterbatasan sosialisasi dan edukasi mengenai peran BAZNAS. Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann mengonfirmasi bahwa perilaku zakat para pengusaha dibentuk oleh dialektika internalisasi nilai agama dan pembiasaan lingkungan sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Zakat Perdagangan; Pemahaman; Kepatuhan; Pengusaha; BAZNAS; Konstruksi Sosial. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.3 Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) > 330 Economics/Ilmu Ekonomi |
||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Febi | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 07:46 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 07:46 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20228 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
