PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA MENGENAI TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

Mauliana, Rohmi (2026) PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA MENGENAI TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
50224029 - Bab I dan Bab VII.pdf

Download (2MB)
[img] Text
50224029 - Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
50224029 - Lampiran.pdf

Download (335kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara belajar siswa sekaligus menggeser peran guru dari pendidik tradisional menjadi fasilitator digital. Namun, di tengah pesatnya ilmu pengetahuan ini, dunia pendidikan juga dihadapkan pada tantangan berat seperti penurunan moral, adab, serta maraknya kriminalitas. Melalui metode penelitian pustaka (library research) kualitatif deskriptif, pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Sistem Pamong sangat relevan untuk mengatasi tantangan tersebut. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat pembelajaran yang sekadar mentransfer ilmu, melainkan sebagai "Pamong" yang menuntun kodrat anak secara seimbang melalui tiga fungsi utama: Momong (mengasuh), Among (menuntun), dan Ngemong (menjaga serta mengawasi). Implementasi transformasi ini bersandar pada konsep Trilogi Kepemimpinan Ki Hadjar Dewanatara (ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani), yang memosisikan guru di era modern sebagai teladan digital (digital role model), motivator, sekaligus fasilitator agar siswa mampu memanfaatkan berbagai platform digital secara bijak demi kemaslahatan intelektual mereka. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa esensi pemikiran Ki Hadjar Dewantara menempatkan peran guru bukan sekadar sebagai pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan (teacher-centered), melainkan sebagai Pamong yang menuntun segala kodrat yang ada pada anak. Transformasi peran guru di era digital harus direalisasikan melalui keseimbangan tiga fungsi utama, yaitu: Momong (Mengasuh), Among (Menuntun) dan Ngemong (Menjaga dan Mengawasi). Nilai-nilai pendidikan Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi yang sangat kuat dalam transformasi peran guru di era digital. Trilogi Kepemimpinan (ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani) menjadi kompas bagi guru untuk menjadi teladan digital (digital role model), motivator, sekaligus fasilitator yang mendorong siswa memanfaatkan platform digital (seperti e-learning, media pembelajaran interaktif, hingga media sosial) demi kemaslahatan intelektual.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRohayana, Ade Dedi197101151998031005UNSPECIFIED
Thesis advisorKholis, Nur197502071999031001UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan Era Digital, Peran Guru
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.3 Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam, Sekolah Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 370 Education (Pendidikan) > 370 Education/Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Prodi Pendidikan Agama Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Pascasarjana
Date Deposited: 01 Sep 2026 04:05
Last Modified: 01 Sep 2026 04:05
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20278

Actions (login required)

View Item View Item