Analisis Capital Asset Pricing Model (Capm) Dan Single Index Model (Sim) Dalam Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Kasus Saham Bank Btpn Syariah Dan Bank Panin Dubai Syariah Di Bursa Efek Indonesia Periode Januari 2022 – Juni 2026)

Adyani, Puput (2026) Analisis Capital Asset Pricing Model (Capm) Dan Single Index Model (Sim) Dalam Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Kasus Saham Bank Btpn Syariah Dan Bank Panin Dubai Syariah Di Bursa Efek Indonesia Periode Januari 2022 – Juni 2026). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
4220084 - Bab I dan Bab V.pdf

Download (5MB)
[img] Text
4220084 - Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[img] Text
4220084 - Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (367kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Saham perbankan syariah BTPS dan PNBS menunjukkan return di bawah pasar dengan risiko yang lebih tinggi, sehingga diperlukan alat penilaian yang menghubungkan return dengan risikonya secara terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis return realisasi, risiko total, dan risiko sistematis (beta); menentukan keputusan investasi berdasarkan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Single Index Model (SIM); serta membandingkan hasil keduanya pada saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) periode Januari 2022 sampai Juni 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif komparatif melalui studi kasus pada dua saham, data sekunder bulanan sebanyak 54 observasi, serta sampel yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh (sensus). Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) digunakan sebagai proksi return pasar dan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai proksi risk free asset. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata return bulanan BTPS sebesar −2,03% dan PNBS sebesar −0,78%, lebih rendah daripada ISSI sebesar 0,186%, dengan beta masing-masing 0,6942 dan 0,1252. Return ISSI berpengaruh positif signifikan hanya terhadap return BTPS. Berdasarkan CAPM, kedua saham tergolong tidak efisien (overvalued) karena return aktual lebih rendah daripada return yang diharapkan, dengan selisih yang signifikan hanya pada BTPS. Berdasarkan SIM, nilai Excess Return to Beta (ERB) kedua saham lebih kecil daripada cut-off rate sehingga tidak ada saham yang layak masuk portofolio optimal. Keputusan CAPM dan SIM bersifat konsisten, sehingga tidak terdapat perbedaan keputusan investasi di antara keduanya. Dengan demikian, BTPS dan PNBS belum layak dipilih sebagai investasi pada periode penelitian.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorArisnawati, Nur Fani198801192023212002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Capital Asset Pricing Model (CAPM), Single Index Model (SIM), Keputusan Investasi, BTPS, PNBS
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.3 Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) > 330 Economics/Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Prodi Perbankan Syariah
Depositing User: UIN Gus Dur Febi
Date Deposited: 19 Oct 2026 04:40
Last Modified: 19 Oct 2026 04:40
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20368

Actions (login required)

View Item View Item