Perkawinan di Bawah Umur Dengan Alasan Menghindari Zina (Studi Kasus di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara).

Happy, Puspita (2026) Perkawinan di Bawah Umur Dengan Alasan Menghindari Zina (Studi Kasus di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10122142_Cover_Bab I dan Bab V.pdf

Download (663kB)
[img] Text
10122142_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
19 LAMPIRAN(2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (294kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Ketentuan undang-undang yang mengatur batas usia minimal perkawinan yaitu 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan dalam UU NO.16 tahun 2019. Namun dalam Praktiknya peraturan mengenai batas usia perkawinan tidak berjalan sedemikian rupa dengan berbagai alasan untuk tetep terjalankan Pernikahan tersebut menggunakan dispensasi Putusan dengan alasan menghindari zina di kecamatan kalibening banyak sekali perkawinan anak terutama dalam hal menghindari zina Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan latar belakang dan praktik pernikahan di bawah umur yang dilakukan dengan alasan menghindari zina dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap praktik perkawinan di bawah umur di kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara. Penelitian peneliti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Hukum Islam Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis Sosiologis dan metode deskriptif kualitatif dan analisis. Pendekatan sosiologis adalah pendekatan yang digunakan untuk menelaah fenomena pekawinan di bawah umur dari sudut pandang sosial masyarakat Lokasi penelitian ini di Kecamatan Kalibening yang di fokuskan pada sakah satu desa terpencil yang cukup tinggi dengan perkawinan di bawah umur dengan alasan menghindari zina melalui data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpektif Hukum Islam mengenai Perkawinan di Bawah Umur Alasan mengindari Zina dilakukan dengan banyaknya pertimbangan pada suatu hal yang lebih baik karena adanya sebab yang mendesak dengan memperhatikan efek di kemudian hari ini menunjukan adanya keselarasan metode Istihsan terhadap putusan hakim dan sosial max webber yang memberi banyak dampak sosial. Dalam pandangan hukum Islam, khususnya melalui metode Istihsan, praktik perkawinan di bawah umur dengan dalih menghindari zina di wilayah Kecamatan Kalibening menunjukkan adanya pola pikir yang praktis dari masyarakat. Secara sadar atau tidak sadar hakim menggunakan nalar Istihsan bi al-Ḍarūrah (mengklaim kedaruratan akibat adanya durasi pacaran yang lama) dan Istihsan bi al-‘Urf (berlindung pada tekanan adat berupa perjodohan yang secara tidak langsung terjadi dibeberapa fenomena atau kasus yang peneliti temukan untuk menghindari gunjingan) guna melonggarkan aturan usia pernikahan secara sepihak yang dilakukan masyarakat melalui dispensasi. Selaras dengan pernyataan tersebut ketika dikaji secara kritis menggunakan standar tertinggi Istihsan bi al-Maṣlaḥah. Selain pernyataan tersebut penelitian ini menunjukan adanya tindakan sosial masyarakat yang diklasifikasikan dalam berbagai jenis tindakan sosial menurut Max Weber sendiri. Kata Kunci: Undang-undang, perkawinan, Hukum Islam. ABSTRACT Khoiriyahh. Puspita Happy. 2026. Underage Marriage to Avoid *Zina* (Illicit Sexual Intercourse): A Case Study in Kalibening District, Banjarnegara Regency. Undergraduate Thesis, Faculty of Sharia, Islamic Family Law Study Program, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Statutory regulations—specifically Law No. 16 of 2019—stipulate a minimum marriage age of 19 for both men and women. However, in practice, these age limit regulations are not always strictly followed; marriages often proceed through judicial dispensations based on the rationale of avoiding “zina” (illicit sexual intercourse). Kalibening District, Banjarnegara Regency, sees a high incidence of child marriage, particularly for this reason. This study aims to describe the background and practices of underage marriage undertaken to avoid “zina” and to analyze the Islamic legal perspective on these practices in the area. The research is expected to contribute to the development of Islamic legal studies. This is a field study employing a socio-juridical approach, utilizing qualitative descriptive and analytical methods. The sociological approach is used to examine the phenomenon of underage marriage from a societal perspective. The research was conducted in Kalibening District, focusing on a remote village with a high rate of underage marriages motivated by the desire to avoid “zina”, utilizing both primary and secondary data. The research results indicate that the Islamic legal perspective on underage marriage to avoid *zina* involves weighing various considerations to achieve a better outcome in the face of urgent circumstances, while also taking future consequences into account. This demonstrates an alignment between the “Istihsan” (juridical preference) method applied in judicial rulings and the sociological realities—consistent with Max Weber’s theories—that generate significant social impact. From the perspective of Islamic law—specifically through the “Istihsan” method—the practice of underage marriage to avoid “zina” in Kalibening District reflects a pragmatic mindset within the community. Whether consciously or unconsciously, judges employ the reasoning of “Istihsan bi al-Darurah” (citing necessity arising from a prolonged courtship) and “Istihsan bi al-‘Urf” (invoking customary pressure regarding arranged marriages—a phenomenon observed in cases encountered by the researcher—to avoid social gossip) to unilaterally relax community-imposed marriage age regulations through the granting of dispensations. This practice aligns with the aforementioned reasoning when critically examined against the highest standard of “Istihsan bi al-Maslahah”. Furthermore, this study reveals social actions within the community that can be classified according to Max Weber’s typology of social action. Keywords: Legislation, marriage, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJalaludin, AkhmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Undang-undang, perkawinan, Hukum Islam.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 19 Oct 2026 06:27
Last Modified: 19 Oct 2026 06:27
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20372

Actions (login required)

View Item View Item