Andini, Putri Sentia (2026) Tinjauan Siyasah Dusturiyah terhadap Keputusan Partai Politik dalam Penonaktifan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Undergraduate Thesis thesis, UIN. K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10322039_Bab I dan Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
10322039_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
10322039_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis keputusan partai politik dalam menonaktifkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditinjau dari perspektif siyasah dusturiyah. Permasalahan utama yang diangkat berfokus pada dinamika keputusan penonaktifan anggota DPR oleh partai politik serta analisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip konstitusional Islam, kedaulatan rakyat, kepastian hukum, dan amanah jabatan publik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk untuk menganalisis keputusan partai politik dalam penonaktifan anggota dewan perwakilan rakyat dan untuk menganalisis tinjauan siyasah dusturiyah terhadap keputusan partai politik dalam penonaktifan anggota dewan perwakilan rakyat. Dengan demikian penelitian ini memiliki kegunaan menjadi referensi keilmuan serta menjadi pemahaman tambahan bagi masyarakat dalam memahami persoalan mengenai hukum kepartaian dan ilmu politik praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan siyasah dusturiyah, yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan ketentuan hukum positif dan prinsip-prinsip siyasah dusturiyah untuk memperoleh kesimpulan sesuai dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penonaktifan anggota DPR merupakan kewenangan internal partai politik untuk menjaga kedisiplinan dan mengevaluasi perilaku anggotanya, sepanjang memiliki dasar dalam AD/ART dan dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Penonaktifan internal berbeda dari pemberhentian antarwaktu (PAW) yang harus mengikuti prosedur hukum, serta pemeriksaan pelanggaran kode etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ditinjau dari perspektif siyasah dusturiyah, penonaktifan dapat sejalan dengan prinsip amanah, keadilan (al-‘adl), dan kemaslahatan (maslahah) apabila bertujuan menjaga tanggung jawab wakil rakyat dan kepentingan masyarakat, serta dilaksanakan secara adil, proporsional, dan bertanggung jawab dengan tetap menjamin kepastian hukum.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Siyasah Dusturiyah, Partai Politik, Penonaktifan, Dewan Perwakilan Rakyat, Kedaulatan Rakyat. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.2 Politik Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 342 Constitutional and Administrative Law/Hukum Tata Negara |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Tata Negara | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 08:34 | ||||||||
| Last Modified: | 23 Oct 2026 08:34 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
