Thooriq, Muhammad (2026) At-Tikrar Fi Al-Qur’an Al-Karim ( Kajian Semantik Terhadap Repetisi Kata Wa La Tusrifu ). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
This is the latest version of this item.
|
Text
30122018_BAB 1 & BAB 5.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
30122018_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
30122018_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena repetisi (Tikrār) dalam Al-Qur’an merupakan salah satu ciri khas kebahasaan yang sering disalahpahami sebagai pengulangan tanpa makna. Redaksi Wa lā Tusrifū (janganlah berlebih-lebihan) terulang secara identik hanya dalam dua ayat, yaitu Q.S. Al-An’am: 141 dan Q.S. Al-A’raf: 31, dengan konteks yang sangat berbeda: agrikultur, zakat dan konsumsi serta etika beribadah. Kajian ini penting untuk membuktikan bahwa repetisi redaksi identik tidak selalu berarti kesamaan makna, melainkan dapat menjadi mekanisme perluasan makna (Ziyādat Al-Ma’na). Dari paparan latar belakang masalah yang dicantumkan berisi; (1) Bagaimana makna dasar, makna relasional, dan makna historis lafaz Wa lā Tusrifū dalam Q.S. Al-An’am: 141 dan Q.S. Al-A’raf: 31 berdasarkan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu? (2) Bagaimana implikasi pengulangan (Tikrār) lafaz Wa lā Tusrifū terhadap perluasan makna larangan Isrāf dalam Al-Qur’an? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data primer adalah Al-Qur’an dan Kitab Tafsir, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab Mu’jam Al-Mufahras li Alfāz Al-Qur’ān, buku Repetisi Redaksi Al-Qur’an karya Ahmad Atabik, serta karya Toshihiko Izutsu. Analisis data menggunakan metode Tahlīlī yang dipadukan dengan teori semantik Toshihiko Izutsu (makna dasar, makna relasional, analisis sinkronik-diakronik, dan Weltanschauung). Hasil penelitian dari skripsi ini bahwa; (1) Secara etimologis, akar kata Sarafa bermakna “melampaui batas kewajaran.” Makna relasional lafaz Wa lā Tusrifū terbentuk melalui interaksi dengan kata-kata pendampingnya: di Q.S. Al-An’am: 141 berada dalam medan semantik ibadah-sosial (larangan menahan hak zakat dan berlebihan dalam distribusi harta), sedangkan di Q.S. Al-A’raf: 31 berada dalam medan semantik personal-ibadah (larangan berlebihan dalam berpakaian, makan, dan minum). Secara historis, Isrāf bertransformasi dari praktik berlebihan di masa Jahiliyah menjadi terma teknis yang sarat nuansa teologis pada masa Qur’anik, lalu mengalami perluasan makna pada masa pasca-Qur’anik. (2) Repetisi Wa lā Tusrifū tidak dapat dibaca sebagai Tikrār Lafdzi semata. Penelitian ini merumuskan model pembacaan baru bernama Tikrār Siyāqi, yaitu model analisis repetisi yang menempatkan konteks (Siyaq) sebagai penentu utama dalam membedakan, memperluas, dan mengarahkan makna. Melalui Tikrār Siyāqi, terbukti bahwa repetisi lafaz ini memperluas cakupan makna larangan Isrāf dari ranah ibadah-sosial ke ranah personal-ibadah, serta mencakup ranah kemaksiatan, kekufuran, dan pembunuhan. Dengan demikian, Isrāf bukan sekadar pemborosan harta, melainkan prinsip fundamental tentang pelampauan batas yang menembus seluruh aspek kehidupan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tikrār, Tikrār Siyāqi, Semantik Toshihiko Izutsu, Wa lā Tusrifū | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 07:00 | ||||||||
| Last Modified: | 23 Oct 2026 07:00 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20493 |
Available Versions of this Item
-
AT-TIKRAR FI AL-QUR’AN AL-KARIM ( KAJIAN SEMANTIK TERHADAP REPETISI KATA WA LA TUSRIFU ). (deposited UNSPECIFIED)
- At-Tikrar Fi Al-Qur’an Al-Karim ( Kajian Semantik Terhadap Repetisi Kata Wa La Tusrifu ). (deposited 23 Oct 2026 07:00) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
