Eufemisme Dakwah Teh Iim dalam Kajian Kitab Fathul Izar di Akun TikTok Al Asran Teh Iim @teh_iim0

Nirvana, Irvan (2026) Eufemisme Dakwah Teh Iim dalam Kajian Kitab Fathul Izar di Akun TikTok Al Asran Teh Iim @teh_iim0. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
3420004_Bab I dan Bab V.pdf

Download (3MB)
[img] Text
3420004_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
3420004_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingudur.ac.id/

Abstract

Dakwah kini banyak dilakukan lewat media sosial, salah satunya TikTok. Akun Al Asran teh Iim (@teh_iim0) membahas Kitab Fathul Izar, yaitu kitab tentang adab dan tuntunan hubungan suami istri. Karena topiknya sensitif dan videonya bisa ditonton siapa saja, pemateri perlu memilih kata dengan hati-hati. Salah satu caranya adalah memakai eufemisme, yaitu ungkapan yang lebih halus dan sopan sebagai pengganti kata yang terasa kasar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui eufemisme dakwah yang dilakukan Teh Iim pada kajian Kitab Fathul Izar di akun tersebut, dan (2) menganalisisnya menggunakan teori ethos, pathos, dan logos dari Aristoteles. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama berasal dari tujuh video kajian Kitab Fathul Izar di akun @teh_iim0. Data dikumpulkan melalui observasi, simak-catat, dan dokumentasi (transkrip video). Data kemudian dianalisis dengan analisis isi model Klaus Krippendorff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teh Iim memakai ungkapan halus untuk menyebut hubungan suami istri, seperti “bercampur gaul”, “berhubungan intim”, “bercinta”, “menggauli”, “mengumpuli istri”, dan “berjima’”. Bentuk yang paling banyak dipakai adalah penggantian satu kata dengan kata lain yang lebih lembut, disertai penjelasan yang agak panjang dan ungkapan kiasan. Eufemisme ini berfungsi untuk menghaluskan ucapan, mengajarkan adab, menjaga perasaan penonton, dan mengiringi peringatan dengan doa. Penghalusan hanya dipakai pada bagian yang sensitif, tidak pada pembahasan pernikahan secara umum. Jika dilihat dari teori Aristoteles, pada sisi ethos, eufemisme menunjukkan kecerdasan, kesantunan, dan niat baik pemateri untuk melindungi penonton dari berbagai usia. Pada sisi pathos, eufemisme mengurangi rasa canggung dan membuat suasana terasa akrab, serta menjaga keseimbangan antara rasa waspada dan harapan. Pada sisi logos, eufemisme berjalan bersama pola sebab akibat dan sandaran pada pendapat ulama. Meski demikian, penghalusan kata perlu disertai penjelasan agar maksudnya tidak kabur, dan rujukan sumber perlu disebut lebih jelas. Praktik ini juga sejalan dengan cara Al-Qur’an menyebut hubungan suami istri melalui kinayah (ungkapan tidak langsung).

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMukoyimah, Mukoyimah199206202019032016UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Eufemisme, Dakwah, Teh Iim, Kitab Fathul Izar, TikTok, Retorika Aristoteles.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.59 Pers dan Media Massa Islam di Lokasi Tertentu
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:54
Last Modified: 27 Oct 2026 02:54
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20507

Actions (login required)

View Item View Item