Pelaksanaan Hadhanah oleh Ibu Sebagai Orang Tua Tunggal yang Bekerja Mencari Nafkah Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus di Desa Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni)

Ela, Amelia (2026) Pelaksanaan Hadhanah oleh Ibu Sebagai Orang Tua Tunggal yang Bekerja Mencari Nafkah Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus di Desa Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni). Undergraduate Thesis thesis, UIN. K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10122092_Bab I dan Bab V.pdf

Download (2MB)
[img] Text
10122092_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
10122092_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingudur.ac.id/

Abstract

Hadhanah merupakan hak anak dari orang tua dalam memelihara, melindungi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan anak yang belum mampu mandiri. Ketika suami meninggal dunia, ibu menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai pengasuh dan pencari nafkah. Kondisi tersebut dialami oleh tujuh ibu tunggal akibat cerai mati di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan hadhanah oleh ibu sebagai orang tua tunggal yang bekerja mencari nafkah dan menganalisisnya dari perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tujuh informan utama yang dipilih secara purposive sampling serta satu informan pendukung dari tokoh masyarakat, sedangkan data sekunder berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Keabsahan data diuji dengan triangulasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori hadhanah dan Maqashid Syariah al-Syatibi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu tunggal tetap melaksanakan hadhanah secara langsung melalui strategi adaptif, yaitu memilih pekerjaan berbasis rumah, mengatur waktu kerja mengikuti kebutuhan anak, memprioritaskan pendidikan anak di tengah penghasilan Rp200.000 hingga Rp750.000 per minggu, serta memanfaatkan TPQ dan madrasah diniyah untuk pendidikan agama anak. Kendala yang dihadapi meliputi ketiadaan pasangan dalam pengambilan keputusan pengasuhan, keterbatasan ekonomi, dan pengasuhan anak penyandang disabilitas. Ditinjau dari Maqashid Syariah, hifz al-din dan hifz al-nafs terpelihara pada tingkat dharuriyyat di seluruh keluarga, sedangkan tingkat hajiyyat bervariasi mengikuti kemampuan ekonomi. Hifz al-'aql terpelihara pada anak reguler, tetapi pemenuhan hak pendidikan anak penyandang disabilitas masih terhambat oleh kendala ekonomi. Dengan demikian, pelaksanaan hadhanah oleh ibu sebagai orang tua tunggal yang bekerja mencari nafkah pada dasarnya telah sejalan dengan tujuan Maqashid Syariah, tetapi belum optimal pada tingkat hajiyyat dan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHambarrukmi, Herning198312092025212003UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hadhanah, Ibu Tunggal, Pencari Nafkah, Maqashid Syariah
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 27 Oct 2026 00:55
Last Modified: 27 Oct 2026 00:55
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20511

Actions (login required)

View Item View Item