Persepsi Mahasiswa KPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Terhadap Tayangan Pondok Pesantren Pada Program Xpose Uncensored Trans7

Yunanda, Selly (2026) Persepsi Mahasiswa KPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Terhadap Tayangan Pondok Pesantren Pada Program Xpose Uncensored Trans7. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30422117_Bab I dan Bab V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
30422117_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
30422117_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Tayangan program Xpose Uncensored Trans7 episode 13 Oktober 2025 yang menyoroti Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menuai polemik publik akibat pembingkaian naratif yang mengaitkan tradisi kesantrian dengan isu feodalisme dan perbudakan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terhadap tayangan tersebut, mengevaluasi penilaian mereka berdasarkan Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers, serta mengidentifikasi potensi bias etnosentris dalam proses pemaknaan tradisi pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan paradigma interpretatif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling sebanyak 12 mahasiswa yang terbagi ke dalam tiga kategori latar belakang pendidikan, yaitu mahasiswa mantan santri, mahasiswa sekolah umum non-mondok, dan mahasiswa sekolah berbasis Islam non-mondok. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan tahapan reduksi fenomenologis Edmund Husserl dan Clark Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, persepsi mahasiswa KPI terkristalisasi sebagai pandangan kritis-negosiatif. Dalam kerangka fenomenologi Alfred Schutz, persepsi ini terbentuk melalui dialektika antara pengalaman hidup (experience) dan persediaan pengetahuan (stock of knowledge) mengenai tradisi ta'dzim. Berdasarkan Teori Resepsi Stuart Hall, mahasiswa memosisikan diri sebagai audiens aktif di mana 10 informan menempati posisi negosiasi (negotiated position) dengan memisahkan keabsahan materi visual faktual dari narasi media yang menghakimi, sementara 2 informan berlatar santri salaf menempati posisi oposisi (oppositional position) yang menolak secara fundamental konstruksi tayangan tersebut. Kedua, mahasiswa secara bulat menilai tayangan Trans7 melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik Jurnalistik, mencakup pelanggaran Pasal 1 (ketidakakuratan fakta dan adanya itikad buruk sensasionalisme komersial), Pasal 3 (pengabaian asas cover both sides dan pencampuradukan fakta dengan opini yang menghakimi), serta Pasal 8 (ketiadaan sensitivitas keagamaan yang memicu stereotip diskriminatif). Ketiga, potensi bias etnosentris di kalangan mahasiswa terbukti sangat rendah karena mahasiswa mengedepankan prinsip relativisme budaya dan sensitivitas kultural yang ditopang oleh habitus akademik kampus Gus Dur serta literasi komunikasi penyiaran Islam berlandaskan asas tabayyun.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBakhri, SyamsulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Persepsi Mahasiswa, Xpose Uncensored, Fenomenologi, Audiens Aktif, Etika Jurnalistik, Etnosentrisme, Pesantren
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 27 Oct 2026 06:39
Last Modified: 27 Oct 2026 06:39
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20521

Actions (login required)

View Item View Item