Hadi, Nahla Amalia (2026) Resolusi Konflik pada Sengketa Status Wakaf Mushola Nurul Muttaqin di Desa Sambiroto Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30622039_COVER, BAB I & BAB V.pdf Download (898kB) |
|
|
Text
30622039_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
30622039_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sengketa status wakaf Mushola Nurul Muttaqin di Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan status hukum tanah mushola serta perbedaan pandangan antara pihak ahli waris dan masyarakat mengenai status dan pemanfaatannya. Kondisi tersebut menimbulkan ketegangan hubungan sosial dan rasa kurang nyaman bagi sebagian masyarakat dalam memanfaatkan mushola sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya resolusi konflik yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, baik dari segi hukum maupun sosial, sehingga Mushola Nurul Muttaqin dapat berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai bentuk konflik serta proses penyelesaian sengketa status wakaf Mushola Nurul Muttaqin. Sumber data primer diperoleh dari pihak ahli waris dan nadzir, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari organisasi masyarakat, pemerintah desa, dan warga Desa Sambiroto. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Observasi digunakan untuk mengamati kondisi dan aktivitas mushola secara langsung, wawancara dilakukan untuk menggali informasi dari pihak-pihak yang terlibat, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung dalam memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk konflik dalam sengketa status wakaf Mushola Nurul Muttaqin, yaitu konflik horizontal dan konflik hukum. Konflik horizontal terjadi akibat perbedaan pandangan antara ahli waris dan masyarakat mengenai status serta pemanfaatan mushola, sedangkan konflik hukum berkaitan dengan ketidakjelasan status wakaf secara administratif dan kelengkapan dokumen tanah. Resolusi konflik dilakukan melalui tahapan de-eskalasi, negosiasi, problem solving approach, dan peace building. Upaya tersebut diwujudkan melalui musyawarah, komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat, pemenuhan persyaratan administrasi wakaf, pemisahan sertifikat tanah, serta pembentukan kepengurusan dan pengaturan kegiatan keagamaan. Dengan demikian, penyelesaian konflik tidak hanya bertujuan memperoleh kepastian hukum atas status wakaf, tetapi juga memulihkan hubungan sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menjaga keharmonisan antara pihak ahli waris dengan warga setempat
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bentuk Konflik, Sengketa Wakaf, Resolusi Konflik | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.2 Dakwah Islam, Penyebaran Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Manajemen Dakwah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:01 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 02:01 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20572 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
