Analisis Narasi Fear Appeals Dalam Konten Tiktok ‘Darurat Nasional 7 Hari’ Pada Akun @Millenialzkece Perspektif Etika Komunikasi Islam

Rasadi, Kristalia Sabita (2026) Analisis Narasi Fear Appeals Dalam Konten Tiktok ‘Darurat Nasional 7 Hari’ Pada Akun @Millenialzkece Perspektif Etika Komunikasi Islam. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30422104_Bab I dan Bab V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
30422104_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
30422104_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (892kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk narasi fear appeals dalam konten TikTok "Darurat Nasional 7 Hari" pada akun @millenialzkece berdasarkan unsur ancaman (threat) dan efikasi (efficacy) dalam Extended Parallel Process Model (EPPM), serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip etika komunikasi Islam. Penelitian ini berangkat dari maraknya konten viral di media sosial yang memuat narasi ketakutan tanpa disertai informasi yang jelas dan dapat diverifikasi. Konten yang diteliti telah ditonton lebih dari 15 juta kali dan berpotensi menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi dan paradigma interpretatif. Objek penelitian adalah satu konten TikTok beserta respons audiens pada kolom komentar. Data dikumpulkan melalui observasi digital pada 26 Juni–10 Agustus 2026, dokumentasi berupa tangkapan layar dan transkrip audiovisual, serta studi kepustakaan. Komentar dipilih secara purposive sampling hingga mencapai kejenuhan data, menghasilkan 15 komentar representatif. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan EPPM serta prinsip tabayyun, qaulan sadidan, dan penghindaran kemudaratan (mafsadah) sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi dalam konten tersebut dikonstruksi dengan pola high threat–low efficacy. Persepsi keparahan (perceived severity) dan kerentanan (perceived susceptibility) digambarkan pada tingkat tinggi melalui ancaman berskala nasional-global, sapaan yang digeneralisasi kepada seluruh masyarakat, repetisi visual dramatisasi, dan musik latar yang tegang. Sebaliknya, kemanjuran respons (response efficacy) dan efikasi diri (self-efficacy) berada pada tingkat rendah hingga sedang karena solusi yang ditawarkan bersifat generik dan tidak sepadan dengan skala ancaman. Pola ini secara teoretis cenderung mengarah pada fear control. Respons audiens yang teramati beragam, mulai dari kecemasan dan permohonan perlindungan religius, solusi praktis mandiri, hingga sikap skeptis yang menuntut verifikasi. Ditinjau dari etika komunikasi Islam, narasi tersebut belum sesuai dengan prinsip tabayyun karena tidak satu pun dari tiga klaim intinya terverifikasi penuh dan tidak disertai rujukan otoritas resmi. Narasi tersebut juga belum konsisten dengan prinsip qaulan sadidan karena penggunaan penanda sumber yang tidak jelas, visual yang diduga digunakan di luar konteks, dan dramatisasi tanpa keterangan, serta berpotensi menimbulkan kemudaratan yang tidak seragam pada audiens.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBakhri, SyamsulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Etika Komunikasi Islam; Fear Appeals; TikTok
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 27 Oct 2026 06:26
Last Modified: 27 Oct 2026 06:26
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20581

Actions (login required)

View Item View Item