Rani, Fifi Aulia (2026) Makna Komunikasi Simbolik Dalam Transformasi Tradisi Syawalan Gunungan Megono di Kawasan Wisata Linggoasri Tahun 2025 dan 2026. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30422134_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
30422134_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
30422134_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan pelaksanaan Tradisi Syawalan Gunungan Megono di Kawasan Wisata Linggoasri dari tahun 2025 ke tahun 2026. Perubahan tersebut terlihat dari tidak digunakannya lagi Gunungan Megono berukuran besar dan kegiatan ngrayah, yang kemudian digantikan dengan pembagian nasi megono kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi nonverbal serta menganalisis transformasi makna simbolik dalam perubahan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan bracketing, intuition, analysing, dan describing. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi nonverbal Joseph A. DeVito dan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal mengalami perubahan pada aspek artefaktual, kinesik, dan proksemik. Pada tahun 2025, komunikasi nonverbal ditunjukkan melalui Gunungan Megono berukuran besar, prosesi kirab, dan kegiatan ngrayah. Pada tahun 2026, pelaksanaan tradisi berubah menjadi pembagian 10.000 bungkus nasi megono, sementara gunungan buah dan palawija tetap dipertahankan. Perubahan tersebut turut memengaruhi pemaknaan masyarakat. Makna rasa syukur kepada Allah SWT, kebersamaan, silaturahmi, dan megono sebagai identitas budaya Pekalongan tetap dipertahankan. Di sisi lain, muncul penekanan makna baru berupa pemerataan, keadilan, ketertiban, dan berbagi. Namun, pemaknaan masyarakat tidak sepenuhnya sama karena sebagian masyarakat menilai perubahan tersebut lebih tertib dan adil, sedangkan sebagian lainnya merasa kemeriahan tradisi berkurang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi Tradisi Syawalan Gunungan Megono tidak menghilangkan makna simbolik yang telah melekat, tetapi menghadirkan penafsiran baru sesuai dengan perubahan bentuk pelaksanaan dan pengalaman masyarakat. Dengan demikian, makna simbolik dalam tradisi bersifat dinamis, dapat berubah, dan berkembang melalui interaksi sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Simbolik, Komunikasi Nonverbal, Transformasi Tradisi, Syawalan Gunungan Megono. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:43 | ||||||||
| Last Modified: | 27 Oct 2026 02:43 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20583 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
