Ratio Decidendi Hakim Mahkamah Konstitusi Terhadap Kepastian Hukum Perlindungan Informasi Dan Transaksi Elektronik Perspektif Siyasah Syar’iyyah

NURUL AINI, NAZAELA (2026) Ratio Decidendi Hakim Mahkamah Konstitusi Terhadap Kepastian Hukum Perlindungan Informasi Dan Transaksi Elektronik Perspektif Siyasah Syar’iyyah. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10322133_Bab I & Bab V.pdf

Download (749kB)
[img] Text
10322133_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
10322133_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan kepastian hukum dalam pengaturan delik pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya terhadap frasa “orang lain” dan “suatu hal” yang berpotensi menimbulkan multitafsir dan membatasi kebebasan berekspresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ratio decidendi hakim dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 105/PUU-XXII/2024 serta menganalisis perlindungan badan hukum dalam putusan tersebut berdasarkan perspektif siyasah syar’iyyah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan doktrinal dan normatif-kritis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi Mahkamah Konstitusi berorientasi pada terciptanya kepastian hukum yang adil melalui penafsiran konstitusional bersyarat terhadap norma UU ITE. Mahkamah membatasi makna frasa “orang lain” sehingga tidak mencakup lembaga pemerintah, sekelompok orang dengan identitas tertentu, institusi, korporasi, profesi, maupun jabatan. Frasa “suatu hal” dimaknai sebagai suatu perbuatan yang merendahkan kehormatan atau nama baik seseorang. Pembatasan tersebut bertujuan mencegah kriminalisasi terhadap kritik yang sah dan menjaga keseimbangan antara perlindungan kehormatan individu dan kebebasan berekspresi. Dalam perspektif siyasah syar’iyyah, putusan tersebut selaras dengan prinsip keadilan (al-‘adl) dan maṣlaḥah mursalah karena memberikan kepastian mengenai subjek yang dapat menjadi korban pencemaran nama baik, mencegah over�criminalization, serta tetap memberikan perlindungan hukum bagi badan hukum melalui mekanisme hukum perdata. Dengan demikian, perlindungan badan hukum dapat diwujudkan secara proporsional tanpa harus menggunakan instrumen hukum pidana.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorUmardani, AchmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ratio decidendi, Mahkamah Konstitusi, Kepastian Hukum, UU ITE, Siyasah Syar’iyyah.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.2 Politik Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 342 Constitutional and Administrative Law/Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Tata Negara
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 27 Oct 2026 08:37
Last Modified: 27 Oct 2026 08:37
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20699

Actions (login required)

View Item View Item